Valuasi Perusahaan Treasury Bitcoin Anjlok Rp 953 Triliun
Eksperimen keuangan dari lonjakan kripto kini menghadapi tekanan besar.
Perusahaan publik yang mengakumulasi aset digital atas nama investor, atau Digital-Asset Treasury (DAT), mengalami penurunan valuasi drastis seiring lesunya pasar kripto.
>>> WOM Finance Salurkan Pembiayaan UMKM Rp 800 Miliar pada Kuartal I-2026
Data dari Artemis menunjukkan valuasi pasar gabungan dari saham perusahaan treasury Bitcoin merosot ke angka US$ 72 miliar.
Nilai ini turun tajam dari puncaknya yang mencapai US$ 134 miliar pada awal Oktober 2026.
Hilangnya nilai sebesar US$ 62 miliar menjadi bukti pembalikan tren investasi kripto.
Model bisnis DAT menerbitkan saham untuk membeli lebih banyak token, namun strategi ini terbukti rapuh saat harga Bitcoin turun sekitar 14% dalam seminggu terakhir.
Tekanan Likuiditas dan Penjualan Paksa
"Dengan harga yang terus merosot, perusahaan treasury aset digital kini dihadapkan pada pilihan sulit: gagal bayar utang atau terpaksa menjual aset mereka," ujar Managing partner Tokenize Capital Hayden Hughes.
Menurut Hayden Hughes, penjualan paksa ini meruntuhkan anggapan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut akan bertindak sebagai investor yang menyimpan aset secara permanen.
Fokus utama banyak perusahaan kini bergeser dari akumulasi menjadi bertahan hidup melalui restrukturisasi utang dan penjualan aset.
Nakamoto melakukan reverse stock split dengan rasio 1:40 setelah sahamnya merosot hampir 100% dalam setahun terakhir.
>>> Konflik Negara Memecah Fokus Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026
Sementara itu, perusahaan asal Jepang, Metaplanet, menghadapi kekecewaan investor karena progres penawaran saham preferen yang lambat.
Salah satu pendiri Maelstrom, Akshat Vaidya, mencatat perusahaan-perusahaan ini secara kolektif menguasai lebih dari 5% pasokan Bitcoin.
Langkah ini mempercepat adopsi di Wall Street sekaligus membawa volatilitas tinggi bagi investor ritel.
Carney Mak selaku mitra di FXHB Asset Management berpendapat fenomena ini menjadi pelajaran berharga bagi pasar keuangan.
"Pertanyaannya bukan lagi apakah Bitcoin adalah pilihan yang tepat, melainkan apakah perdagangan treasury Bitcoin ini sudah terlalu ramai," ungkapnya.
Banyak perusahaan kecil mencoba meniru strategi perusahaan besar tanpa skala, likuiditas, atau akses modal memadai.
Strategi akumulasi sederhana kini berubah menjadi perebutan modal di tengah pudarnya premium harga saham.
Perusahaan DAT memberikan eksposur Bitcoin kepada investor melalui nilai saham tanpa membebankan biaya pengelolaan seperti ETF.
>>> IHSG Ambles ke Level 5.637, Modal Asing Keluar Deras
Saat pasar berbalik menjadi bearish, korelasi yang tadinya menguntungkan kini justru memperparah kerugian bagi para pemegang saham.
Update Terbaru
Xiaomi Pad 9 dan Xiaomi 17 Fold Resmi Kantongi Sertifikasi, Siap Rilis
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Dokter Ungkap Menu Sarapan yang Bisa Picu Penyakit Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Natalie Holscher Resmi Menikah dengan Aripat Hari Ini
Rabu / 22-07-2026, 08:29 WIB
Warga Yunani Buka Suara soal The Odyssey Christopher Nolan
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Shio Naga: Ini 3 Pasangan Paling Cocok Menurut Astrologi Cina
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
5 Tips Memilih Sepeda Hybrid untuk Pemula agar Nyaman dan Awet
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
3 Zodiak yang Menarik Kesuksesan dan Kekayaan Hari Ini 22 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Mobil Bisa Dihack? Fakta Ngerinya Ternyata Beda dari Film Hollywood
Rabu / 22-07-2026, 08:28 WIB
Dilepas Prabowo, Nanik S Deyang Ngaku Trauma Urus Duit MBG
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN demi Fokus Berobat Jantung
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
PDIP: Jika TNI-Polri Awasi Pajak, Indonesia Mundur ke Era Kelam
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Mulyono, Sahabat Jokowi yang Difitnah Calo Tiket, Kini Jadi Saksi Penting
Rabu / 22-07-2026, 08:14 WIB
Ramalan Zodiak 22 Juli: Cancer Lebih Fokus, Leo Jangan Putus Asa
Rabu / 22-07-2026, 08:10 WIB







