Bitcoin (BTC) memasuki Juli 2026 dengan tekanan jual yang belum mereda.

Setelah mencapai puncak di atas $100.000 di awal 2025, BTC telah kehilangan sekitar 40% nilainya dan saat ini diperdagangkan di kisaran $58.600-$64.000.

>>> Keyakinan Konsumen Juni 2026 Masih Optimistis Meski Melandai

Namun, di balik penurunan harga ini, data on-chain menunjukkan pola yang sangat menarik.

Ada divergensi besar antara apa yang dilakukan whale (investor besar) dan apa yang terjadi di pasar ETF.

Whale Accumulation: Bandar Sedang Borong

Sementara harga terus turun, whale dengan kepemilikan 1.000+ BTC justru melakukan akumulasi besar-besaran.

Dalam 30 hari terakhir, 270.000 BTC telah diakumulasi oleh large wallets — ini adalah akumulasi whale terbesar sejak 2013.

Rekor harian terjadi pada 6 Februari 2026, dengan 66.940 BTC masuk ke accumulation addresses.

Saat ini terdapat 2.140 alamat dengan 1.000+ BTC yang terus memperbesar posisi mereka. Whale Accumulation Trend Score berada di 0,68, menunjukkan agresivitas tinggi.

Secara historis, akumulasi whale besar-besaran seperti ini pernah terjadi di bottom 2018 ($3.200) dan bottom 2022 ($15.500).

Setelah itu, Bitcoin naik 500-1.000% dalam 12-18 bulan berikutnya.

ETF Outflows: Dana Keluar Masif

Di sisi lain, ETF Bitcoin spot mengalami outflows yang sangat besar. Juni 2026 mencatat $4 miliar net outflows — bulan terburuk sejak ETF diluncurkan.

Secara year-to-date, outflows mencapai $4,5 miliar.

Total ETF masih memegang 1,29 juta BTC, dengan total inflows sejak peluncuran sebesar $55 miliar.

Penyebab outflows antara lain profit taking, rotasi ke saham AI, suku bunga tinggi, dan risiko geopolitik.

Divergensi antara whale dan ETF sangat jelas: whale on-chain mengakumulasi +270.000 BTC, sementara ETF mendistribusikan -$4 miliar.