Mayoritas Warga Jepang Tak Ingin Hidup Sampai 100 Tahun, Ini Alasannya
Jepang dikenal sebagai negara dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia. Namun, survei terbaru mengungkap bahwa mayoritas warganya justru tidak ingin hidup hingga usia 100 tahun.
Survei yang dilakukan Japan Hospice Palliative Care Foundation melibatkan sekitar 1.000 responden pria dan wanita berusia 20 hingga 70-an tahun.
>>> Ilustrasi Avengers: Doomsday Perlihatkan Susunan Pemain, Tapi Banyak Pahlawan Absen
Hasilnya, hanya 22 persen responden yang ingin mencapai usia seabad.
Sebaliknya, 70 hingga 80 persen responden di semua kelompok usia menolak hidup hingga 100 tahun.
Perempuan lebih banyak yang menolak, yakni 83,5 persen, dibandingkan pria sebesar 72,4 persen.
Takut Merepotkan Orang Lain
Alasan terbesar yang membuat warga Jepang enggan hidup terlalu lama adalah kekhawatiran menjadi beban bagi keluarga.
Sebanyak 59 persen responden mengaku tidak ingin merepotkan orang lain di usia lanjut.
Budaya Jepang yang menjunjung tinggi kemandirian menjadi latar belakang temuan ini. Hidup lebih lama justru memunculkan kekhawatiran akan ketergantungan fisik dan kebutuhan perawatan.
Khawatir Kualitas Hidup Menurun
Penurunan kondisi kesehatan menjadi alasan kedua yang paling banyak dipilih. Sebanyak 48,2 persen responden khawatir kondisi fisik mereka akan terus memburuk jika hidup terlalu lama.
Harapan hidup yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah tahun hidup sehat. Bertambahnya usia sering diikuti peningkatan risiko penyakit kronis dan penurunan fungsi kognitif.
>>> Gelombang Panas Berbahaya Landa New York, Suhu Mendekati 100 Derajat
Masalah finansial juga menghantui 36,7 persen responden.
Mereka khawatir biaya hidup di usia lanjut tidak akan tercukupi di tengah perubahan demografi Jepang yang semakin menua.
Survei juga mengungkap bahwa lebih dari 60 persen pria ingin meninggal lebih dulu daripada pasangan. Alasan utamanya adalah tidak sanggup menghadapi kesedihan akibat kehilangan pasangan.
Sebaliknya, banyak perempuan justru berharap hidup lebih lama untuk mendampingi dan merawat pasangan hingga akhir hayat.
Meski mayoritas tidak ingin hidup sampai 100 tahun, sebagian responden memiliki pandangan berbeda.
Sebanyak 68,2 persen dari kelompok yang ingin hidup panjang ingin menikmati hidup selama mungkin, sementara 38,6 persen ingin melihat anak dan cucu tumbuh dewasa.
Survei ini muncul di tengah tantangan demografi Jepang.
>>> Rekor Ngeri Spanyol Jelang Lawan Prancis: Nirkalah 36 Laga
Jumlah kelahiran pada 2025 hanya mencapai 671.236 bayi, rekor terendah selama 10 tahun berturut-turut, sementara tingkat kesuburan total turun menjadi 1,14 anak per perempuan.
Update Terbaru
Sam Neill Sakit Apa? Benarkah Akibat Serangan Jantung? Berikut Kronologi Meninggalnya Pemeran Film Jurassic Park
Senin / 13-07-2026, 19:02 WIB
Manga Noa-senpai wa Tomodachi. Karya Enma Akiyama Diadaptasi Jadi Anime TV
Senin / 13-07-2026, 19:01 WIB
Aktor Jurassic Park Sam Neill Meninggal Dunia di Usia 78 Tahun
Senin / 13-07-2026, 19:01 WIB
Valentino Beauty Luncurkan Duo Parfum Vendetta dengan Dakota Johnson
Senin / 13-07-2026, 19:01 WIB
Jaksa Agung Bertemu Kapolri: Jangan Berpikir Kami Rival
Senin / 13-07-2026, 19:00 WIB
Daftar HP Tak Bisa Lagi Pakai WhatsApp per Juli 2026
Senin / 13-07-2026, 19:00 WIB
Minat Belajar Bahasa Indonesia di Australia Menurun, Ini Penyebabnya
Senin / 13-07-2026, 19:00 WIB
Mitchell Baker Resmi Jadi WNI, Siap Bela Indonesia di Piala AFF 2026
Senin / 13-07-2026, 19:00 WIB
Pistons Kalahkan Cavaliers di NBA Summer League 2026
Senin / 13-07-2026, 18:58 WIB
Kejagung Bantah Eks Jampidsus Febrie Umrah: Dia Masih di Indonesia
Senin / 13-07-2026, 18:58 WIB
DJP Gandeng Pertamina Bangun Sistem Pajak Transparan
Senin / 13-07-2026, 18:58 WIB
Cara Efektif Dapat Saldo Dana dari Game Susun Buah Tanpa Iklan di 2026
Senin / 13-07-2026, 18:57 WIB
Piala AFF 2026 di Mata John Herdman: Lebih dari Sekadar Gengsi Asia Tenggara
Senin / 13-07-2026, 18:56 WIB







