>>> Kekuatan dan Fakta Menarik Aki Hayakawa di Chainsaw Man

Retail panik menjual ke whale, menciptakan pola klasik smart money vs dumb money yang sering terjadi di bottom pasar.

MVRV Z-Score saat ini di 1,2 menunjukkan pasar sedang undervalued relatif terhadap realized price. Level ini mirip dengan bottom 2022 ($15.500).

Secara historis, MVRV di bawah 1,5 sering menjadi accumulation zone.

aSOPR di 0,97-0,99 menunjukkan rata-rata investor menjual dengan rugi. Ini adalah tanda capitulasi — investor sudah menyerah, yang sering menandakan bottom pasar.

Exchange reserves Bitcoin saat ini berada di 2,21 juta BTC — level terendah dalam 7 tahun.

Ini berarti BTC semakin langka di exchange karena dipindahkan ke cold storage oleh long-term holders.

Salah satu kekhawatiran adalah aktivitas jaringan Bitcoin yang melambat. Active addresses, network growth, dan transaction count menurun dari puncak 2025.

Namun, di cycle sebelumnya, aktivitas juga melambat di fase bottom sebelum rally besar berikutnya.

Lima alasan utama Bitcoin turun terus: ETF outflows masif, rotasi modal ke saham AI, suku bunga masih tinggi, profit taking setelah bull market, dan ketidakpastian geopolitik serta regulasi.

Untuk strategi ke depan, beberapa analis merekomendasikan DCA (Dollar Cost Averaging) dengan akumulasi bertahap di zona support $55.000-$60.000.

Diversifikasi ke aset lain seperti ETH dan SOL juga disarankan, serta penggunaan hardware wallet untuk keamanan.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan edukasi. Bukan ajakan jual beli.

>>> Bocoran Google Pixel 11 Pro Fold: Posisi LED Flash Berubah

On-chain data adalah salah satu alat analisis, bukan jaminan masa depan. Lakukan riset sendiri (DYOR).