Launcher adalah pintu gerbang pengalaman Android. Launcher yang buruk bisa mengubah persepsi Anda terhadap sistem operasi mobile Google.

Meski tahu pentingnya launcher, saya terlalu malas menjelajahi perkembangan launcher Android terbaik. Saya akhirnya memutuskan mencoba Niagara Launcher di ponsel saya.

>>> Hornets Dapatkan Finney-Smith dan Tambah Stok Pilihan Draft

Setelah sebulan menggunakan Niagara sebagai launcher default di tiga ponsel Android, saya mulai bertanya-tanya apakah Niagara benar-benar tak terkalahkan.

Saya tidak perlu berpikir lama karena menemukan launcher lain yang sangat saya nikmati: Smart Launcher.

Smart Launcher Tidak Mengusung Minimalisme, Tapi Punya Organisasi Cerdas

Niagara Launcher mengusung minimalisme dan layak mendapat pujian. Saya menyukai filosofi desain ini karena membantu mengakses aplikasi penting dengan cepat.

Smart Launcher juga ingin membantu akses cepat ke aplikasi penting, namun dengan pendekatan berbeda. Alih-alih minimalisme, ia menggunakan trik cerdas untuk mengatur aplikasi.

Setelah mengatur Smart Launcher sebagai default, ia secara otomatis menempatkan aplikasi ke dalam kategori yang sesuai. Misalnya, WhatsApp, Slack, dan email masuk ke kategori Kontak.

Kategori lain bernama Media berisi aplikasi streaming seperti Spotify, YouTube, Netflix, dan Google Photos.

Smart Launcher mengatur semua aplikasi ke dalam enam kategori: Kontak, Media, Game, Utilitas, Pengaturan, dan Internet.

Pendekatan Smart Launcher lebih unggul saat Anda tidak ingat nama aplikasi. Dengan Niagara, daftar alfabetis tidak membantu jika Anda lupa nama.

Dengan Smart Launcher, Anda cukup tahu jenis aplikasinya.

>>> Bulgaria Siap Bergabung ke Eurozona di Tengah Kekhawatiran Disinformasi Rusia

Tanpa mencoba Smart Launcher, saya tidak akan menyadari bahwa minimalisme bukan selalu jawaban untuk setiap masalah aksesibilitas. Laci aplikasi berkategori adalah fitur favorit saya di Smart Launcher.