IHSG Ambles ke Level 5.637, Modal Asing Keluar Deras
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam pada perdagangan sesi II Jumat (5/6/2026). Indeks melemah 3,47% ke level 5.637 sekitar pukul 14.10 WIB.
Sebanyak 622 saham tercatat mengalami penurunan harga. Sementara itu, 101 saham stagnan dan 89 saham lainnya menguat.
>>> Syekh Nawawi Al-Bantani Membagi Ikhlas Menjadi Tiga Tingkatan
Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa mengatakan pelemahan IHSG dipicu respons pelaku pasar terhadap penguatan dolar AS, tingginya suku bunga global, dan derasnya arus keluar dana asing (foreign outflow).
Kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik turut menekan indeks. Pelaku pasar cenderung mengambil posisi aman dalam mengelola portofolio.
"Pelemahan beberapa hari berturut-turut menunjukkan tekanan jual belum mereda, terutama pada saham berkapitalisasi besar yang menjadi target investor asing," ujar Reydi dikutip dari Antara.
Penurunan volume likuiditas di pasar modal Indonesia memperparah sentimen negatif. Setiap rebound jangka pendek justru dimanfaatkan untuk profit taking.
Reydi menambahkan, investor asing masih mengurangi eksposur terhadap pasar saham Indonesia. Fokus mereka tertuju pada stabilitas nilai tukar rupiah, arah kebijakan ekonomi, dan peluang investasi di pasar lain.
Aksi lepas saham oleh investor asing berdampak signifikan pada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham BBCA terus mengalami tekanan jual masif.
>>> SCG Chemicals Divestasi Saham TPIA Senilai Rp8,8 Triliun Rampung
Pada saat laporan dibuat, saham BBCA turun 5,07% ke level Rp 5.150.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, BBCA mencatat net sell asing tertinggi dengan nilai Rp 432,9 miliar.
Secara akumulatif, total net sell asing pada sesi I mencapai Rp 2,05 triliun.
Aksi jual besar-besaran terpusat pada saham BBCA dengan net sell menembus Rp 734,3 miliar.
Total volume perdagangan saham BBCA mencapai 140,7 juta lembar saham. Perhitungan didasarkan pada harga rata-rata sepanjang sesi pertama.
Reydi memproyeksikan IHSG masih volatil dengan kecenderungan melemah dalam jangka pendek. Tekanan terhadap rupiah dan arus keluar asing menjadi faktor utama.
>>> Pemerintah Batasi Ekspor Komoditas SDA Strategis Melalui BUMN
Namun, potensi penguatan teknikal tetap ada jika nilai tukar rupiah stabil dan tekanan jual asing berkurang. Banyak saham unggulan sudah berada di area valuasi murah (undervalued).
Update Terbaru
Bintang 'Alaskan Bush People' Bear Brown Dapatkan Perintah Perlindungan dari Pria yang Cari Matt
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Brandi Glanville Akui Pernah Pakai Kokain, Anak-anaknya Terlalu 'Membosankan'
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Putri Robert Downey Jr. Dibayar Rp20 Juta untuk Syuting Satu Hari
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Putri Brad Pitt, Vivienne, Ajukan Penghapusan Nama 'Pitt' Secara Hukum
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Spesies Monyet Baru Ditemukan di Kongo, Bibir Oranye dan Suara Mirip Babi
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
5 Bintang Pensiun dari Timnas Usai Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 09:45 WIB
Nanik Ungkap Tugas Baru dari Prabowo Usai Mundur dari Kepala BGN
Rabu / 22-07-2026, 09:44 WIB
Menteri LH: Hampir 90 Persen Pemkot-Pemkab Kena Sanksi soal Sampah
Rabu / 22-07-2026, 09:44 WIB
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
Rabu / 22-07-2026, 09:43 WIB
Chelsea Tikung Arsenal, Rekrut Morgan Rogers dengan Harga Fantastis
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Fakta Baru Ricuh Final Piala Dunia 2026: Gavi Tinju Punggung Leandro Paredes
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Ranking FIFA Terbaru: Spanyol Kudeta Argentina, Timnas Indonesia Jauh di Bawah
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Nanik S Deyang Bocorkan Calon Kepala BGN Baru: Adik Saya
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB
Messi Tiba di Argentina dengan Pesawat Pribadi
Rabu / 22-07-2026, 09:42 WIB







