Ikhlas merupakan amalan hati yang sangat penting dalam setiap ibadah seorang muslim.

Nilai suatu amal tidak hanya diukur dari pelaksanaan lahiriah, tetapi juga bergantung pada ketulusan niat di dalam hati.

>>> SCG Chemicals Divestasi Saham TPIA Senilai Rp8,8 Triliun Rampung

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kajian tasawuf dan akhlak menjelaskan bahwa keikhlasan memiliki beberapa tingkatan. Perbedaan tingkatan ini dipengaruhi oleh tujuan seseorang saat beribadah dan beramal saleh.

Dalam kitab Nurudh Dholam, ulama asal Banten itu membagi ikhlas ke dalam tiga tingkatan berbeda.

Klasifikasi ini menunjukkan bahwa motivasi seorang mukmin saat beramal tidak selalu berada pada level yang sama.

Tingkatan Pertama: Ikhlas karena Allah

Tingkatan pertama dan paling utama adalah ikhlas karena Allah SWT. Pada level tertinggi ini, seorang mukmin beribadah semata-mata demi meraih rida Allah tanpa mengharapkan balasan lain.

Seseorang yang mencapai tingkatan ini tidak didorong oleh keinginan mendapatkan pahala surga atau rasa takut terhadap siksa neraka.

Seluruh aktivitas ibadahnya murni ditujukan kepada Allah SWT tanpa kepentingan individu.

>>> Pemerintah Batasi Ekspor Komoditas SDA Strategis Melalui BUMN

Tingkatan Kedua: Ikhlas karena Akhirat

Tingkatan kedua ditempati oleh ikhlas karena akhirat yang masuk dalam kategori level menengah.

Pada tahap ini, seseorang beribadah karena Allah, namun masih disertai keinginan memperoleh pahala dan kenikmatan surga.

Motivasi lainnya adalah keinginan menyelamatkan diri dari siksa api neraka. Meski masih mengharapkan balasan, tujuan tersebut tetap bersandar pada janji-janji Allah SWT kepada hamba yang taat.

Tingkatan Ketiga: Ikhlas karena Dunia

Tingkatan terakhir atau paling rendah adalah ikhlas karena dunia. Kondisi ini terjadi ketika seseorang menunaikan ibadah dengan target mendapatkan keuntungan atau balasan yang bersifat duniawi.

Contohnya dapat dilihat pada aktivitas membaca Surat Al-Waqi‘ah demi melancarkan rezeki dan kekayaan, atau bersedekah agar mendapatkan balasan materi berlipat ganda.

Level ini dianggap paling rendah karena orientasi utama ibadah bergeser pada manfaat duniawi.

>>> Apakah Film Office Romance (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Penjelasan Syekh Nawawi Al-Bantani menegaskan bahwa tingkat keikhlasan seseorang sangat bergantung pada kemurnian tujuannya. Keikhlasan bukan hanya syarat sah amal, melainkan tolok ukur utama kualitas ibadah seorang hamba.