Majelis Ulama Indonesia (MUI) menganjurkan umat Islam untuk meningkatkan amal kebajikan dan menjauhi larangan selama bulan Muharram.

Bulan ini merupakan awal tahun baru Hijriah dan termasuk empat bulan suci yang dimuliakan Allah SWT.

>>> Apa Penyebab Therry Mully Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Tewasnya Pencipta Hit Jingga 'Tentang Aku', Benarkah Akibat Serangan Jantung?

Anggota Komisi Dakwah MUI, KH Nurul Irfan, menjelaskan bahwa setiap perbuatan baik maupun buruk di bulan haram akan mendapat balasan berlipat ganda.

"Maka sangat dianjurkan bagi umat Muslim untuk melakukan berbagai kebaikan pada bulan ini," ujarnya.

Amalan yang Dianjurkan

Salah satu ibadah utama adalah puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram. Puasa Tasu'a dianjurkan sebagai pembeda dengan tradisi puasa umat Yahudi.

Keutamaan puasa Muharram bersandar pada hadis riwayat Muslim: "Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharam."

Muharram juga menjadi momentum tepat untuk memperbanyak sedekah karena pahala dilipatgandakan. Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, doa, dan refleksi diri.

>>> Survei Adidaya Institute: 68,2% Publik Puas dengan Kinerja Prabowo-Gibran

Bulan ini menyimpan sejarah penting, seperti selamatnya Nabi Musa AS dari Firaun, Nabi Ibrahim AS dari api, dan diangkatnya Nabi Isa AS ke langit.

Peristiwa Karbala yang menewaskan cucu Rasulullah, Husain bin Ali, juga terjadi pada bulan ini.

Larangan yang Perlu Dihindari

KH Nurul Irfan mengingatkan untuk menjauhi segala bentuk maksiat, seperti meninggalkan shalat, memakan harta haram, berzina, dan mabuk-mabukan.

Dosa di bulan haram juga mendapat balasan berlipat.

>>> Thomas Tuchel Bantah Status Inggris Sebagai Favorit Piala Dunia 2026

Umat Islam juga diimbau tidak melakukan bidah yang menyakiti diri, misalnya tradisi melukai diri saat memperingati Karbala. Selain itu, perang dan perselisihan harus dihindari selama bulan suci ini.