Pasar modal mencatat transaksi jumbo saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di pasar negosiasi pada Jumat (5/6/2026) dengan nilai mencapai sekitar Rp8,8 triliun.

Volume perdagangan yang melonjak drastis ini mengindikasikan bahwa proses divestasi saham oleh pemegang saham utama asal Thailand, SCG Chemicals Co., Ltd., telah selesai.

>>> Pemerintah Batasi Ekspor Komoditas SDA Strategis Melalui BUMN

Investment Analyst Stockbit, Theodorus Melvin, menyatakan bahwa transaksi tersebut merupakan penanda rampungnya divestasi SCG Chemicals sebesar 10,57% di TPIA, yang telah direncanakan sejak 13 Juni 2025.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan perpindahan kepemilikan saham TPIA di pasar negosiasi mencapai 9,1 miliar lembar dengan harga rata-rata Rp962 per saham.

Total volume tersebut terbagi dalam 11 kali transaksi terpisah yang terjadi secara intensif pada paruh pertama perdagangan, mulai pukul 11.03 WIB hingga 11.28 WIB.

Hingga saat ini, identitas korporasi atau investor yang bertindak sebagai pembeli belum diungkap ke publik.

Indikator Teknis Divestasi

Theodorus Melvin memaparkan beberapa indikator teknis yang memperkuat dugaan selesainya divestasi ini.

Berdasarkan catatan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 2 Juni 2026, SCG Chemicals terpantau melakukan konversi sekitar 9,1 miliar saham TPIA dari wujud script menjadi scripless.

Proses administrasi saham tersebut difasilitasi melalui PT CGS International Sekuritas Indonesia dengan kode investor asing YU (F).

Volume saham yang ditransaksikan dalam 11 transaksi negosiasi, yakni sekitar 9,1 miliar saham, relatif sama dengan porsi kepemilikan 10,57% saham TPIA yang setara sekitar 9,1 miliar saham.

>>> Apakah Film Office Romance (2026) Bakal Lanjut Season 2?

Konsekuensinya, SCG Chemicals diperkirakan telah memotong porsi kepemilikan saham mereka di emiten petrokimia tersebut secara signifikan.