Platform marketplace Toco bekerja sama dengan J&T Express resmi menyelenggarakan Toco Seller Academy perdana. Kegiatan ini bertujuan membantu para pelaku UMKM meningkatkan kemampuan berjualan online.

Workshop dan diskusi interaktif ini berlangsung di Tangerang pada Rabu (3/6/2026).

>>> BPI Danantara Pastikan PT DSI Kelola Ekspor SDA Secara Profesional

Acara dihadiri puluhan penjual dari berbagai kategori produk yang saling berbagi pengalaman mengenai industri e-commerce saat ini.

Founder & CEO Toco, Arnold Sebastian Egg, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam merespons kebutuhan langsung para pelaku usaha.

Toco berupaya menyediakan fitur yang relevan dengan hambatan nyata di lapangan.

"Kita tidak membuat sesuatu berdasarkan apa yang kita mau.

Kita selalu bertanya kepada seller terlebih dahulu, apa yang mereka perlukan untuk bisa berjualan lebih mudah dan membangun bisnis yang lebih sehat.

Dari masukan mereka itulah fitur-fitur dan program yang kita hadirkan," ujar Arnold.

Pelatihan tatap muka ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan grup komunitas digital yang didampingi langsung oleh tim internal platform.

"Kami ingin benar-benar mendampingi mereka. Setelah acara ini, para seller akan masuk ke grup komunitas sehingga komunikasi bisa terus berjalan," jelas Arnold.

Komitmen mengenai efisiensi biaya operasional pelaku usaha juga menjadi poin utama yang ditegaskan manajemen platform. "Harga yang benar itu 0 persen.

Tanpa potongan penjualan. Seharusnya seperti itu," ujar Arnold.

Pakar Marketplace yang dikenal sebagai Om Botak bertindak sebagai pembicara. Ia menyoroti ketergantungan pelaku usaha pada arus kunjungan otomatis dari platform besar.

"Seller marketplace sekarang sudah terlalu nyaman dengan traffic yang diberikan platform. Akibatnya mereka tidak terbiasa membangun traffic sendiri maupun memiliki database pelanggan sendiri.