>>> Netflix Siapkan Drakor Notes From The Last Row, Tayang Juni 2026

Ketika mencoba platform baru, banyak yang kesulitan karena masih mengharapkan traffic dari marketplace," kata Om Botak.

Kondisi pasar saat ini dinilai memerlukan alternatif model bisnis baru yang tidak membebani pelaku usaha dengan biaya potongan tinggi.

"Sebagai seller lama, saya melihat Toco seperti mengingatkan saya pada masa awal marketplace belasan tahun lalu.

Seller bisa memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan tidak dibebani berbagai potongan yang besar," ujar Om Botak.

Efisiensi struktur biaya di dalam ekosistem digital dinilai menjadi kunci utama keberlanjutan bisnis para pelaku industri kecil. "Kalau dari sisi seller, menurut saya marketplace seharusnya tidak semahal itu.

Harusnya marketplace nggak semahal itu," tegasnya.

Dukungan logistik terhadap ekosistem ini disalurkan oleh J&T Express untuk mendorong daya beli masyarakat melalui penguatan sektor UMKM.

"Konsep yang dibawa Toco ini sesuatu yang baru dan berbeda dibanding marketplace lain.

Sebagai perusahaan logistik, kami tentu mendukung setiap upaya yang bisa mendorong UMKM bertumbuh dan meningkatkan daya beli masyarakat," kata Albertus Stefan, Marketing Manager J&T Express.

Saat ini, Toco mencatat pertumbuhan dengan jumlah mitra yang bergabung mendekati 300 ribu penjual dan jutaan produk terdaftar.

Toco Seller Academy dijadwalkan menjadi program rutin bulanan yang menyasar kota-kota tier 2 dan tier 3 di Indonesia.

"Semua orang fokus ke kota tier 1, padahal menurut saya kota tier 2 dan tier 3 justru membutuhkan lebih banyak dukungan.

>>> Breel Embolo Kantongi Visa AS untuk Perkuat Swiss di Piala Dunia 2026

Karena itu kami ingin membawa program ini ke berbagai daerah di Indonesia," ujar Arnold.