Kimia Farma Pasang Target Konservatif pada 2026 demi Hadapi Tekanan Global
PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menetapkan target bisnis yang konservatif untuk tahun 2026.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi harga energi, pelemahan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga bahan baku farmasi.
>>> Kim Jong Un Perintahkan Percepatan Produksi Senjata Nuklir
Meski menghadapi tantangan berat, rangkaian efisiensi yang dijalankan perseroan selama dua tahun terakhir berhasil membuahkan hasil positif. Perusahaan mampu membalikkan kerugian menjadi keuntungan pada kuartal pertama tahun 2026.
Direktur Utama Kimia Farma Djagad Prakasa Dwialam mengatakan, perseroan membukukan laba bersih Rp 123,6 miliar, melonjak 197,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laba pada tiga bulan pertama ini belum menjadi jaminan bahwa kondisi sepanjang tahun akan berjalan mudah.
"Pada kuartal I memang kami sudah menikmati laba. Namun untuk kuartal II hingga kuartal IV tantangannya cukup berat.
Konflik geopolitik yang terjadi saat ini, khususnya di Timur Tengah, berdampak terhadap harga bahan baku, biaya transportasi, hingga produk-produk turunan petrokimia yang menjadi bagian penting dalam industri farmasi," ujar Djagad usai RUPST dan Public Expose, Rabu (3/6/2026).
Oleh karena itu, manajemen Kimia Farma tetap menerapkan pendekatan realistis dalam penyusunan anggaran tahun ini.
Upaya menjaga momentum perbaikan terus dilakukan agar kinerja akhir tahun dapat ditutup dengan hasil positif.
"Kami tetap berusaha semaksimal mungkin agar kinerja tahun ini bisa berakhir positif. Tetapi kami juga harus realistis karena banyak faktor eksternal yang masih bergerak sangat dinamis," katanya.
Keberhasilan mencetak laba ini menjadi tonggak penting bagi transformasi bisnis dan restrukturisasi menyeluruh yang berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Djagad menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari efektivitas langkah transformatif perseroan.
Update Terbaru
Mengurangi Waktu Layar Tak Cukup, Ini yang Sebenarnya Hentikan Sakit Kepala
Rabu / 22-07-2026, 01:29 WIB
Halliday G2 Smartglasses Tinggalkan Kamera, Andalkan Tampilan Dalam Lensa
Rabu / 22-07-2026, 01:29 WIB
Baterai Pixel Boros? Ternyata Ini Bukan Salah Aplikasi
Rabu / 22-07-2026, 01:28 WIB
Light Flip: Ponsel Lipat Sederhana untuk Kurangi Ketergantungan Smartphone
Rabu / 22-07-2026, 01:28 WIB
Mensos Pastikan Verifikasi Data Bansos Berlanjut Usai Arahan Presiden
Rabu / 22-07-2026, 01:28 WIB
Ledakan Dahsyat Rumah Mewah Grand Polonia Terekam CCTV
Rabu / 22-07-2026, 01:28 WIB
Polisi Selidiki Isu Tramadol Dipasok ke Jakarta Jelang Demo
Rabu / 22-07-2026, 01:28 WIB
DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Bahas Saat Reses
Rabu / 22-07-2026, 01:28 WIB
Materi PKN SMP Kelas 8 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka
Rabu / 22-07-2026, 01:25 WIB
Rangkuman Materi Kimia Kelas 11 Semester 1 dan 2 Kurikulum Merdeka
Rabu / 22-07-2026, 01:25 WIB
Empat Tim K-9 Baru Bergabung dengan Kantor Sheriff Placer County Setelah Pelatihan Berbulan-bulan
Rabu / 22-07-2026, 01:25 WIB
Video: Polisi Hentikan Tilang, Selamatkan Pengemudi dari Mobil Terbakar
Rabu / 22-07-2026, 01:24 WIB
KPK Terbitkan Dua Sprindik Baru Kasus Korupsi Bea Cukai
Rabu / 22-07-2026, 01:24 WIB
Overthinking Normal atau Tidak? Ini Penjelasan Dokter Lula Kamal
Rabu / 22-07-2026, 01:24 WIB







