Operasi Global Lumpuhkan Infrastruktur Digital Sindikat Penipuan Asia Tenggara

Sebuah operasi gabungan yang melibatkan perusahaan teknologi global dan lembaga penegak hukum dari berbagai negara berhasil membongkar jaringan penipuan siber yang berpusat di Asia Tenggara.
Operasi yang dipimpin oleh Scam Center Strike Force dari Departemen Kehakiman AS (DOJ) ini menyatukan kekuatan Meta, Microsoft, Coinbase, dan Starlink.
>>> Fabiola Elizabeth: Bukti Nyata Kejahatan Digital Lintas Benua
FBI, Dinas Rahasia AS, serta kepolisian Inggris, Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Thailand turut serta.
Sejak dimulai pada 18 Mei, kerja sama ini telah melumpuhkan infrastruktur digital dan finansial para pelaku kriminal. Pertukaran data lintas platform memungkinkan identifikasi lokasi dan jaringan penipuan baru.
Hasil Operasi
- Meta menonaktifkan lebih dari 1,4 juta akun dan grup di Facebook serta Instagram.
- Microsoft menangguhkan sekitar 20.000 akun.
- 63 tersangka berhasil ditangkap oleh aparat penegak hukum.
- Coinbase membekukan aset kripto senilai lebih dari US$3 juta (setara Rp48,9 miliar).
- Starlink memutus ribuan perangkat yang digunakan secara ilegal untuk aktivitas kriminal.
Chris Sonderby, VP dan Deputy General Counsel Meta, menegaskan bahwa membawa perjuangan ini langsung ke pusat-pusat scam di Asia adalah prioritas utama.
"Operasi ini menunjukkan betapa kuatnya kerja sama dalam memerangi para scammer," ujarnya.
Steven Masada dari Digital Crimes Unit Microsoft menyatakan kesiapannya untuk terus melumpuhkan jaringan kriminal dalam skala besar.
>>> Microsoft Surface RTX Spark Dev Box: Mini PC AI Pesaing Mac Studio
Sementara itu, Jeff Lunglhofer selaku CSO Coinbase menyoroti peran teknologi blockchain sebagai alat transparansi yang membuat pelaku kejahatan tidak bisa bersembunyi.
Lauren Dreyer, Vice President Starlink Business Operations di SpaceX, menambahkan bahwa pihaknya secara proaktif mendeteksi penyalahgunaan perangkat.
"Kami mendorong upaya global untuk memastikan teknologi tetap menjadi kekuatan positif dan tidak ditoleransi untuk tindakan kriminal," katanya.
Sindikat kejahatan ini mengeksploitasi jutaan korban melalui penipuan asmara, penipuan investasi, hingga praktik kerja paksa di pusat-pusat operasi ilegal.
>>> Acer Perkenalkan Monitor QD-OLED, Proyektor Laser, hingga Wearable di Computex 2026
Para pelaku terus mengubah modus dan menargetkan berbagai aplikasi secara bersamaan, sehingga sinkronisasi informasi menjadi kunci operasi ini.
Update Terbaru
Timnas Indonesia U-19 Bantai Timor Leste 3-0 di Piala AFF U-19
Kamis / 04-06-2026, 23:11 WIB
Classic Recreations Bangkit dari Kebangkrutan, Kini Bangun Mustang Rp12 Miliar
Kamis / 04-06-2026, 23:11 WIB
Slovenia Jamu Siprus dalam Laga Uji Coba di Ljubljana
Kamis / 04-06-2026, 23:08 WIB
Mirra Andreeva Tembus Final French Open 2026 Usai Kalahkan Marta Kostyuk
Kamis / 04-06-2026, 23:08 WIB
Sinopsis Nobody Loves Kay, Kisah Pro Player Bangkit dari Kejatuhan
Kamis / 04-06-2026, 23:06 WIB
Lookism Chapter 610 Mode Serius! Ini Hal yang Perlu Diingat
Kamis / 04-06-2026, 23:05 WIB
Mirra Andreeva ke Final French Open 2026 Usai Kalahkan Marta Kostyuk
Kamis / 04-06-2026, 23:04 WIB
Infinix XBOOK 15 vs Axioo HYPE 7: Duel Laptop Menengah dengan Ryzen 7
Kamis / 04-06-2026, 23:04 WIB
Game JoJo's Bizarre Adventure Baru dari Bandai Namco Terdaftar untuk Switch, PS5, Xbox, dan PC
Kamis / 04-06-2026, 23:02 WIB
IHSG Anjlok 1,70% ke 5.839,78, Rupiah Melemah dan Asing Net Sell Rp1,27 Triliun
Kamis / 04-06-2026, 23:01 WIB
Calon Presiden Real Madrid Janjikan Haaland dan Rodri, Klub Bantah
Kamis / 04-06-2026, 23:01 WIB
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Kamis / 04-06-2026, 23:00 WIB
Herawati Buka Peluang Damai dengan Mantan Istri Andre Taulany
Kamis / 04-06-2026, 23:00 WIB
Timnas Indonesia Targetkan Akhiri Rekor Buruk 38 Tahun Lawan Oman
Kamis / 04-06-2026, 23:00 WIB






