Microsoft resmi memperkenalkan Surface RTX Spark Dev Box, komputer desktop mini terbaru, dalam ajang Microsoft Build 2026 pada 2-3 Juni lalu.

Perangkat ini ditujukan bagi pengembang perangkat lunak dan kecerdasan buatan (AI), sekaligus menjadi pesaing langsung Mac Studio milik Apple.

>>> Betrand Peto Sarankan Pacar Sarwendah Bangunkan Rumah Baru

Desain Surface RTX Spark Dev Box tidak mengikuti bentuk kotak seperti Mac Studio. Bagian atas perangkat menyerupai set-top box dengan kompartemen ekstra di bawah.

Lapisan atas menggunakan bodi aluminium berongga yang memiliki sekitar 1.000 lubang ventilasi untuk sirkulasi udara.

Angka 1.000 ini juga menjadi simbol kemampuan komputasi perangkat yang mencapai 1.000 teraflop atau 1 petaflop.

Casing aluminium berfungsi sebagai heatsink untuk melepaskan panas saat beban kerja AI berat.

Di bawah lapisan atas, terdapat sejumlah port konektivitas, meliputi satu HDMI, dua USB-C, satu USB-A, Ethernet, dan jack audio 3,5 mm.

Perangkat ini ditenagai chip Nvidia RTX Spark, yang dirancang khusus untuk AI.

Chip ini menggabungkan CPU Nvidia Grace 20-core (10 inti Cortex-X925 dan 10 inti Cortex-A725) serta GPU berbasis arsitektur Blackwell dengan 6.144 CUDA Cores—setara dengan Nvidia GeForce RTX 5070.

Didukung unified RAM hingga 128 GB dan konsumsi daya 100 watt, Microsoft mengklaim Surface RTX Spark Dev Box mampu menghasilkan performa AI hingga 1 petaflop FP4.

>>> Telkom Resmi Luncurkan AIcosystem untuk Perkuat Transformasi Digital

Perangkat ini dapat menjalankan model AI dengan lebih dari 120 miliar parameter dan context window hingga 1 juta token, serta melakukan pelatihan dan inferensi AI secara lokal tanpa cloud.

Fokus pada Kebutuhan Developer AI