Ia juga peneliti produktif dengan lebih dari 20 karya ilmiah. Risetnya yang terbit di jurnal Ecology tahun 1996 menjadi fondasi program sekolah lapang pengendalian hama.

>>> Premi Asuransi Jiwa Tradisional Terkoreksi 2,9% Kuartal I-2026, Ini Penyebab Terbarunya

Metode yang ia kembangkan diadaptasi di berbagai negara Asia dan Afrika. Di IPB, ia sempat menjabat sebagai Direktur Pengembangan Institusi dan Usaha Penunjang pada 2003-2008.

Ia berhasil menuntaskan proyek strategis seperti izin Botani Square, pendirian IPB Agrimart, dan penataan kawasan Kampus Dramaga.

Dadan juga memimpin Sekolah Tinggi Pertanian Kelautan (STPK) Banau di Halmahera Barat dari 2014 hingga 2022.

Dedikasinya membuahkan penghargaan Satyalancana Karya Satya dari Presiden untuk masa bakti 10, 20, dan 30 tahun.

Ia juga menyandang gelar warga kehormatan di Kabupaten Halmahera Barat dan Pondok Pesantren Sunan Drajat.

Rincian Kekayaan

Sebagai pejabat publik, Dadan melaporkan harta kekayaannya melalui e-LHKPN KPK pada 14 Juni 2025. Total kekayaannya mencapai Rp9 miliar.

Aset dominan berupa tanah dan bangunan senilai Rp5,9 miliar, sebagian besar di Kabupaten Bogor.

Rinciannya: tanah dan bangunan 150 m2/250 m2 senilai Rp2 miliar, serta tanah 459 m2 senilai Rp3,9 miliar.

Ia juga memiliki alat transportasi dan mesin senilai Rp1,4 miliar.

Kendaraannya meliputi Mazda CX-5 tahun 2023 (Rp675 juta), Honda HR-V 1.5L SE CVT tahun 2024 (Rp330 juta), dan Mazda CX 1.5 (4X2) A/T tahun 2023 (Rp395 juta).

Harta bergerak lainnya tercatat Rp322 juta, serta kas dan setara kas Rp1,4 miliar. Dadan tidak memiliki investasi surat berharga dan nihil utang.

>>> Gaji ke-13 PNS 2026 Resmi Cair, Cek Jadwal dan Ketentuan Langsung Masuk Rekening

Kasus korupsi yang menjeratnya menjadi tantangan besar bagi program gizi nasional. Kejagung terus mendalami aliran dana dan modus operandi.