Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong inovasi budaya sekolah yang aman dan nyaman. Salah satu contohnya datang dari Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

UPT SDN Sokosari memperkenalkan alat bernama roda emosi. Alat berbentuk lingkaran ini membantu murid mengenali dan mengatur perasaan mereka setiap hari.

>>> BookCabin Travel Fair 2026 Hadir di Jakarta, Buru Tiket Murah

Mengenal Roda Emosi

Roda emosi memiliki desain seperti jam dinding dengan jarum penunjuk. Di permukaannya tertera berbagai jenis perasaan yang mungkin dialami anak-anak di sekolah.

Endang Saptarina, perwakilan SDN Sokosari, menjelaskan bahwa alat ini berfungsi sebagai media latihan regulasi diri. Siswa diajak berani mengidentifikasi apa yang mereka rasakan.

Misalnya, saat seorang murid merasa sedih atau marah karena tidak dipinjami alat tulis, mereka bisa memutar jarum tersebut.

Hal ini membantu siswa menyadari bahwa emosi negatif adalah wajar.

Tujuan penggunaan roda emosi antara lain: membantu anak mengenali jenis emosi secara spesifik, melatih mengelola marah atau sedih, mendorong sikap bijak dalam konflik, dan membiasakan teknik pernapasan sebagai penenangan diri.

>>> Prabowo Santap Makan Bergizi Gratis Bersama Siswa di SMPN 111 Jakarta

Setelah siswa mengidentifikasi perasaan, guru memberikan pendampingan lebih lanjut. Salah satu teknik yang diajarkan adalah mengatur pola napas secara teratur untuk meredakan ketegangan.

Menangani Siswa Tantrum

Metode ini terbukti efektif menangani siswa yang sering tantrum. Pihak sekolah menemukan bahwa perilaku tersebut biasanya dipicu masalah di lingkungan rumah.

Siswa yang bersangkutan awalnya melampiaskan masalah pribadi kepada teman sekelas. Kondisi ini sempat membuatnya merasa terisolasi karena teman-teman tidak nyaman.

Penerapan metode ini tidak hanya fokus pada siswa bermasalah, tetapi juga memberikan pemahaman kepada rekan sekelas. Edukasi yang merata membuat siswa saling memahami dan menghindari kesalahpahaman.

>>> Bunga Zainal dan Sukhdev Singh Sempat Berselisih Panjang Akibat Kasus Investasi Batubara

Kini, budaya saling mengerti dan teknik menenangkan diri sudah menjadi kebiasaan rutin di SDN Sokosari. Lingkungan sekolah yang nyaman mampu mengubah perilaku siswa menjadi lebih positif.