Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Jawa Timur resmi membuka Java Coffee, Flavors and Festival (JCFF) 2026 di Alun-Alun Kota Surabaya, Jumat (17/7/2026) malam.

Festival yang memasuki tahun kelima ini menjadi upaya BI mendorong kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah sebagai komoditas unggulan penopang ekonomi daerah sekaligus memperluas pasar ekspor Indonesia.

>>> Adu Nilai Pasar Pemain Spanyol vs Argentina: Siapa Lebih Mahal?

Deputi Kepala Perwakilan BI Jatim Rifki Ismal menyebut potensi komoditas tersebut di Jawa sangat besar.

Produksi rempah di Jawa mencapai sekitar 789 ribu ton per tahun, sedangkan kopi di Jawa Timur sekitar 53 ribu ton.

Tahun ini, sekitar 50 UMKM dari seluruh Indonesia, mayoritas dari Jawa, berpartisipasi dalam JCFF.

Mereka merupakan UMKM binaan BI dan mitra BI yang telah terpilih, bahkan sebagian sudah mengekspor produk ke Eropa, Jerman, dan Malaysia.

Target Transaksi dan Pengunjung

BI menargetkan JCFF 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya. Tahun lalu, festival berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan total transaksi Rp107 miliar selama tiga hari.

>>> Neville Kritik Tuchel soal DNA Timnas Inggris

Rifki berharap tahun ini jumlah pengunjung dan nilai transaksi bisa lebih tinggi lagi.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik penyelenggaraan JCFF di Alun-Alun Surabaya.

Menurutnya, festival ini bukan sekadar pameran produk, tetapi juga ruang pertemuan pelaku usaha, investor, akademisi, dan komunitas dalam satu ekosistem industri.

Eri berharap JCFF terus digelar setiap tahun di Surabaya sebagai wadah promosi produk unggulan daerah dan perluasan jejaring bisnis UMKM.

>>> Manfaat Mat Pilates yang Bisa Didapatkan di Wellnest Fest Vol.2

JCFF 2026 berlangsung selama tiga hari, 17-19 Juli 2026. Acara diisi talkshow, workshop, bazar, dan lomba bertema kopi hingga rempah-rempah.