Apa yang Anda konsumsi setiap hari tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, tetapi juga fungsi otak.

Menurut ahli nutrisi sekaligus pakar kesehatan otak dari Harvard Medical School, Dr. Uma Naidoo, pola makan yang tepat berperan penting dalam menjaga suasana hati, daya ingat, hingga kesehatan mental secara keseluruhan.

>>> Jadwal Pemberian Pakan Ayam Kampung Terbaru 2026 Agar Pertumbuhan Merata dan Cepat Besar

Sebaliknya, sejumlah jenis makanan justru dapat berdampak buruk pada kinerja otak jika dikonsumsi berlebihan. Makanan-makanan tersebut berpotensi menurunkan kemampuan konsentrasi, memengaruhi suasana hati, hingga meningkatkan risiko gangguan kognitif.

Makanan dengan Minyak Olahan

Minyak olahan sering kali diekstraksi dari kedelai, jagung, lobak (sumber minyak canola), biji kapas, bunga matahari, dan biji safflower.

Minyak olahan seperti ini banyak mengandung asam lemak omega-6.

Konsumsi omega-6 yang berlebihan dapat memicu tubuh memproduksi bahan kimia yang dapat memicu peradangan otak.

Jika Anda menumis sayuran atau memanggang ikan atau daging, disarankan menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa.

Makanan dengan Tambahan Gula dan Gula Buatan

Secara umum, otak menggunakan energi dalam bentuk glukosa untuk mendorong aktivitas seluler.

Namun, pola makan tinggi gula bisa menyebabkan kelebihan glukosa di otak, yang dapat menyebabkan gangguan memori dan berkurangnya plastisitas hipokampus.

Tidak hanya itu, makanan gurih juga mengandung gula tambahan yang tersembunyi, seperti saus pasta yang dibeli di toko, saus tomat, saus salad, dan bahkan sup kalengan.

Makanan Olahan

Makanan ultra-olahan, seperti nugget dan sosis, dapat membuat Anda berisiko memiliki telomer yang lebih pendek.

Telomer yang lebih panjang cenderung mendorong penuaan sel yang sehat, sementara telomer pendek meningkatkan risiko penyakit degeneratif di awal kehidupan.