Sebuah studi pada tahun 2022 juga menemukan bahwa peserta yang mengonsumsi makanan ultra-olahan dalam jumlah besar lebih mungkin mengalami depresi ringan dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit.

>>> Strategi Kedaulatan Energi 2026: Desain Ulang Sistem Tambang RI

Makanan dengan Pemanis Buatan

Pemanis buatan yang tidak memiliki nilai gizi dapat meningkatkan bakteri usus jahat yang berdampak negatif pada suasana hati.

Pemanis ini termasuk sakarin, sukralosa, dan stevia.

Pemanis aspartam, yang sering ditemukan dalam makanan olahan, bisa sangat berbahaya dan telah dikaitkan langsung dengan kecemasan dalam penelitian.

Jenis pemanis ini juga menyebabkan oksidasi, yang meningkatkan radikal bebas berbahaya di otak. Beberapa alternatif yang perlu dipertimbangkan yakni madu atau gula kelapa.

Makanan yang Digoreng

Makanan yang digoreng termasuk dalam daftar makanan yang dapat merusak otak.

Sebuah penelitian terhadap lebih dari 18.000 orang menemukan bahwa pola makan tinggi gorengan dikaitkan dengan rendahnya skor memori dan kognisi.

Sebagai alternatif, ahli menyarankan memilih versi makanan favorit Anda yang dipanggang atau dikukus.

Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Otak

Menjaga kesehatan otak tidak hanya bergantung pada pola makan, tetapi juga aktivitas fisik sehari-hari.

Rutin bergerak dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak, sehingga pasokan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan untuk berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi tetap terjaga.

Anda tidak harus melakukan olahraga berat untuk mendapatkan manfaat tersebut.

>>> Sigra dan Gran Max Jadi Mobil Paling Laris Daihatsu 2026, Ini Buktinya

Jalan kaki, bersepeda, naik turun tangga, berkebun, atau melakukan peregangan ringan secara rutin dapat menjadi langkah sederhana untuk mendukung kesehatan otak.