Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa mengonsumsi telur secara rutin dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer. Studi yang dilakukan oleh Loma Linda University Health ini menyoroti manfaat telur bagi kesehatan otak.

Temuan Frekuensi Konsumsi Telur yang Ideal

Para peneliti menemukan bahwa frekuensi konsumsi telur memengaruhi tingkat perlindungan terhadap otak. Semakin rutin seseorang mengonsumsi telur, semakin rendah risiko Alzheimer.

>>> IHSG Melesat 2% Hari Ini, Saham Konglomerat Kompak Bangkit

Mengonsumsi satu butir telur setiap hari selama minimal lima hari dalam seminggu dapat menekan risiko hingga 27 persen.

Angka ini signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak pernah makan telur.

Berikut rincian penurunan risiko berdasarkan frekuensi konsumsi telur:

  • Konsumsi 1-3 kali sebulan: risiko turun 17 persen.
  • Konsumsi 2-4 kali seminggu: risiko turun 20 persen.
  • Konsumsi minimal 5 butir per minggu: risiko turun 27 persen.

Data ini menunjukkan konsistensi dalam menyertakan telur ke dalam menu mingguan memberikan dampak positif bagi kesehatan saraf. Peneliti menyarankan masyarakat menjadikan telur sebagai bagian dari pola makan harian.

Metodologi dan Proses Penelitian

Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Nutrition dengan melibatkan sekitar 40 ribu peserta.

Tim peneliti menggunakan data dari kohort Adventist Health Study 2 untuk memantau kebiasaan makan dan kondisi kesehatan relawan.

Untuk mengidentifikasi kasus Alzheimer, peneliti merujuk pada diagnosis dokter yang tercatat dalam data Medicare. Proses seleksi peserta dilakukan secara ketat melalui Medicare Master Beneficiary Summary Files.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.888 per Dolar AS Usai Libur, Ini Update Kurs Terbaru 2026

Kandungan Nutrisi Telur yang Melindungi Otak

Joan Sabaté, profesor di Loma Linda University School of Public Health, menjelaskan bahwa telur mengandung berbagai nutrisi penting bagi otak.