Rupiah Melemah ke Rp17.888 per Dolar AS Usai Libur, Ini Update Kurs Terbaru 2026
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (2/6/2026) pagi.
Mata uang Garuda tercatat di level Rp17.888 per dolar AS setelah libur akhir pekan.
>>> Fintech Samir Ungkap Faktor Pemicu Kredit Macet di 2026
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 83 poin atau 0,47 persen. Posisi ini berbalik dari penutupan akhir pekan sebelumnya yang lebih stabil.
Penyebab Pelemahan Rupiah
Analis pasar uang Lukman Leong memprediksi tren koreksi rupiah masih akan berlanjut hari ini. Penguatan dolar AS yang masif menjadi faktor utama penekan mata uang lokal.
Geopolitik Timur Tengah yang memanas disebut sebagai pemicu pergerakan dolar. Iran menghentikan proses perundingan damai dengan AS, memicu kekhawatiran pelaku pasar global.
Beberapa faktor geopolitik yang menjadi perhatian antara lain: ketegangan diplomasi Iran-AS yang menghentikan dialog perdamaian, rencana penutupan Selat Hormuz oleh Iran, dan peralihan investor ke aset safe haven seperti dolar AS.
Selat Hormuz merupakan jalur logistik minyak paling vital di dunia. Isu penutupannya membuat pasar bereaksi sensitif dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Data Ekonomi AS yang Tangguh
Selain konflik luar negeri, kekuatan dolar juga didorong data manufaktur AS yang melampaui perkiraan. Hasil positif ini meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekonomi AS.
>>> Rupiah Melemah Mengejutkan Pagi Ini, Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Permintaan terhadap aset berbasis dolar meningkat karena dianggap lebih menguntungkan. Hal ini memperkuat posisi dolar di hadapan mata uang Asia lainnya.
Pada pembukaan perdagangan, mayoritas mata uang Asia melemah terhadap dolar AS.
Won Korea menjadi yang terlemah dengan koreksi 3,77 persen, disusul rupiah 0,47 persen, yen Jepang 0,05 persen, dolar Taiwan 0,04 persen, dan peso Filipina 0,02 persen.
Prediksi Pergerakan Kurs Hari Ini
Lukman Leong menjelaskan kombinasi sentimen geopolitik dan data manufaktur AS akan terus membayangi rupiah. Rupiah diprediksi sulit keluar dari zona merah karena minim sentimen positif domestik.
Nilai tukar diperkirakan bergerak di rentang Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS hari ini.
Pasar yang volatil membuat pelaku usaha dan investor harus waspada terhadap perubahan harga barang impor.
>>> Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru: Syarat Lengkap dan Jadwal Cair Resmi
Pelemahan rupiah yang mendekati angka psikologis baru juga menjadi tantangan bagi kebijakan moneter nasional. Para pengamat menyarankan masyarakat memantau perkembangan berita luar negeri terkait jalur energi dunia.
Update Terbaru
Investasi AI Raksasa Teknologi Picu Gelombang PHK Massal Karyawan
Selasa / 02-06-2026, 12:14 WIB
Daftar Skuad Ghana di Piala Dunia 2026: Kudus Dicoret, Semenyo Jadi Andalan
Selasa / 02-06-2026, 12:14 WIB
Gagal Menang di MotoGP Italia 2026, Jorge Martin Siap Balas Dendam ke Bezzecchi
Selasa / 02-06-2026, 12:14 WIB
Perjaka 25 Tahun Resmi Menikahi Janda 63 Tahun di Tulungagung, Kisahnya Viral di Media Sosial
Selasa / 02-06-2026, 12:09 WIB
29 Negara dengan Bahasa Prancis sebagai Bahasa Resmi, Mayoritas di Afrika
Selasa / 02-06-2026, 12:09 WIB
5 Makanan Paling Cepat Merusak Otak Menurut Ahli Harvard, Ini Daftarnya yang Mengejutkan di 2026
Selasa / 02-06-2026, 12:09 WIB
Vokalis Yovie & Nuno Nostalgia Album Semua Bintang, Libatkan Audy hingga Glenn Fredly
Selasa / 02-06-2026, 12:09 WIB
Biodata dan Agama Giorgio Antonio, Pengusaha yang Dikabarkan Dekat dengan Sarwendah
Selasa / 02-06-2026, 12:06 WIB
Valve Naikkan Harga Steam Deck, Tim Sweeney Sindir Gaya Hidup Mewah Gabe Newell
Selasa / 02-06-2026, 12:04 WIB
Inflasi RI Tembus 3,08 Persen pada Mei 2026, BPS Rilis Data Terbaru
Selasa / 02-06-2026, 12:04 WIB
Cara Resmi Cabut Status Lembaga Keuangan Pelapor CRS 2026, Terbaru dan Aman
Selasa / 02-06-2026, 12:04 WIB
Kendall Jenner dan Jacob Elordi Habiskan Waktu Bersama di Jepang, Foto Makan Malam Romantis Jadi Sorotan
Selasa / 02-06-2026, 12:03 WIB
Philips LED UltraBright Resmi Hadir, 40 Persen Lebih Terang dan Hemat Listrik
Selasa / 02-06-2026, 11:59 WIB
IHSG Melejit 2% Pagi Ini, Ternyata Ini Pemicu Utamanya di Tahun 2026
Selasa / 02-06-2026, 11:59 WIB






