Rupiah Melemah Mengejutkan Pagi Ini, Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan pasca libur panjang Iduladha dan Hari Pancasila dengan tren negatif.
Mata uang Garuda terpantau melemah signifikan hingga mendekati level psikologis baru pada Selasa (2/6) pagi.
>>> Cara Cek Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru: Syarat Lengkap dan Jadwal Cair Resmi
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terkoreksi sebesar 74 poin atau sekitar 0,42 persen.
Saat ini, posisi rupiah berada di level Rp17.879 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Kondisi Mata Uang Global dan Regional
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terpantau bergerak variatif terhadap dominasi dolar AS. Meskipun mayoritas melemah, beberapa mata uang masih menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global.
Yuan China tercatat menguat tipis sebesar 0,02 persen. Ringgit Malaysia menunjukkan pergerakan yang cenderung stabil tanpa perubahan besar.
Won Korea Selatan mengalami depresiasi paling dalam sebesar 0,16 persen. Peso Filipina dan yen Jepang masing-masing melemah 0,03 persen.
Dolar Singapura dan dolar Hong Kong turun tipis sebesar 0,01 persen. Kondisi yang sama juga terjadi pada kelompok mata uang utama negara maju.
Euro Eropa menjadi satu-satunya yang menguat tipis 0,01 persen, sementara lainnya berada di zona merah. Poundsterling Inggris mengalami penurunan sebesar 0,01 persen.
>>> 100+ Nama Bayi Laki-Laki Bahasa Latin Terbaru 2026, Estetik dan Banyak Dicari
Dolar Australia dan dolar Kanada keduanya terkoreksi 0,06 persen. Franc Swiss turut melemah sebesar 0,03 persen terhadap mata uang Paman Sam.
Penyebab Pelemahan Rupiah
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan dolar AS dipicu oleh meningkatnya tensi geopolitik.
Kondisi di Timur Tengah menjadi faktor utama yang menekan mata uang berisiko seperti rupiah.
Lukman menyoroti pernyataan Iran yang menghentikan perundingan damai dengan Amerika Serikat. Selain itu, rencana penutupan Selat Hormuz secara penuh turut memicu kekhawatiran pasar global.
Selain faktor geopolitik, data ekonomi internal Amerika Serikat juga memberikan dorongan bagi penguatan dolar. Sektor manufaktur AS tercatat menunjukkan kinerja yang lebih kuat dibandingkan ekspektasi pasar.
Rentang pergerakan rupiah hari ini diperkirakan berada di Rp17.800 hingga Rp17.900 per dolar AS.
>>> Latihan Timnas Indonesia: 24 Pemain Hadir, Calvin Verdonk dan Joey Pelupessy Masih Absen
Investor disarankan untuk tetap memantau perkembangan konflik di Timur Tengah yang sangat dinamis.
Update Terbaru
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 19 – 26 Juli 2026
Sabtu / 18-07-2026, 04:00 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 19 – 26 Juli 2026
Sabtu / 18-07-2026, 04:00 WIB
SPBU di Jakarta-Bekasi Larang Pengisian BBM Suzuki Thunder, Komunitas Protes
Sabtu / 18-07-2026, 03:43 WIB
Milania Giudice Tertawa di Dalam Mobil Polisi Saat Ditangkap karena Penganiayaan
Sabtu / 18-07-2026, 03:38 WIB
Paket World Cup Rp15,5 Miliar: Tiket VIP, Helikopter, dan Pesta 50 Cent
Sabtu / 18-07-2026, 03:38 WIB
Mantan Taylor Frankie Paul Kecam Sikapnya yang Anggap Remeh Pengadilan Anak
Sabtu / 18-07-2026, 03:38 WIB
Ford Tarik 288.314 Explorer karena Penutup Atap Bisa Terlepas
Sabtu / 18-07-2026, 03:35 WIB
Indonesia Evaluasi Servis dan Receive Jelang Lawan Vietnam di Semifinal SEA V Cup
Sabtu / 18-07-2026, 03:35 WIB
Pertarungan Robot Humanoid Brutal Berakhir Saat Kepala Lawan Terlepas
Sabtu / 18-07-2026, 03:29 WIB
Marathon Kehilangan Game Director: Joe Ziegler Tinggalkan Bungie
Sabtu / 18-07-2026, 03:29 WIB
Serikat Peringatkan Pengumuman Fallout 5 dan Elder Scrolls 6 Hanya Pengalihan dari PHK Bethesda
Sabtu / 18-07-2026, 03:28 WIB
Tiffany Haddish Sindir Trump Saat Jadi Pembawa Acara Tamu Jimmy Kimmel Live
Sabtu / 18-07-2026, 03:21 WIB
Dwayne Johnson dan Jeff Bridges Kenang Warisan Robin Williams
Sabtu / 18-07-2026, 03:21 WIB
Mulai 4 Jutaan, Ini Daftar Harga HP Samsung Bekas yang Sudah Dapat Galaxy AI
Sabtu / 18-07-2026, 03:19 WIB







