Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Juni 2026 dengan performa impresif.

Pada Selasa (2/6/2026), IHSG melonjak 82,62 poin atau 1,35 persen ke level 6.210.

>>> Rupiah Melemah ke Rp17.888 per Dolar AS Usai Libur, Ini Update Kurs Terbaru 2026

Kenaikan berlanjut hingga indeks melompat 2 persen atau naik 122 poin ke angka 6.249,98.

Transaksi di pasar saham sangat aktif dengan nilai perputaran uang mencapai Rp4,2 triliun.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 4,91 miliar saham dengan frekuensi 374 ribu kali. Sebanyak 340 saham menguat, 237 saham melemah, dan 156 saham stagnan.

Saham Konglomerat Jadi Motor Penggerak

Saham-saham milik konglomerat, terutama dari Grup Barito, menjadi primadona dan paling banyak diburu investor. Emiten di bawah grup tersebut mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi motor penggerak utama IHSG.

Pelaku pasar juga mencermati rilis data makroekonomi penting di pekan pertama Juni. Dinamika geopolitik global serta kebijakan domestik strategis turut menjadi perhatian.

Aturan Baru Devisa Ekspor

Pemerintah memberlakukan aturan baru sejak 1 Juni 2026 terkait pengelolaan devisa ekspor. Langkah ini ditandai dengan pembentukan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebagai pengelola ekspor satu pintu.

PT DSI bertugas mengelola tiga komoditas ekspor strategis: batu bara, kelapa sawit, dan ferro alloy.

>>> Fintech Samir Ungkap Faktor Pemicu Kredit Macet di 2026

Ketiga komoditas ini menyumbang devisa US$66,13 miliar pada 2025, atau sekitar 23,4 persen dari total ekspor nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kebijakan ini bertujuan memperbaiki tata kelola kekayaan alam. Pengawasan terhadap setiap transaksi ekspor diharapkan lebih ketat dan transparan.

Pemerintah juga menerbitkan PP Nomor 21 Tahun 2026 tentang Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA).

Aturan ini mewajibkan eksportir menempatkan dana di dalam negeri dengan ketentuan tertentu.

  • Sektor non-migas: 100% dari DHE, jangka waktu minimal 12 bulan
  • Sektor migas: 30% dari DHE, jangka waktu minimal 3 bulan

Pemerintah memberikan batasan konversi devisa ke rupiah maksimal 50 persen. Eksportir yang patuh akan mendapat potongan tarif Pajak Penghasilan.

Pasar Regional Melemah

Berbanding terbalik dengan IHSG, bursa Asia-Pasifik cenderung melemah. Ketidakpastian negosiasi AS-Iran menjadi pemicu sikap hati-hati investor.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,52 persen, Topix jatuh 0,98 persen. Kospi Korea Selatan melemah 0,32 persen, Kosdaq terkoreksi 2,5 persen.

>>> Rupiah Melemah Mengejutkan Pagi Ini, Nyaris Tembus Rp18.000 per Dolar AS

S&P/ASX 200 Australia terkontraksi 0,67 persen.