Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai merambah pekerjaan penagih utang atau debt collector.

Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat memanfaatkan agen AI berbentuk chatbot suara untuk menelepon nasabah yang memiliki tunggakan.

>>> 5 Rekomendasi Drama Korea Baru Tayang Juni 2026

Berdasarkan laporan Wired, bot AI tersebut mampu melakukan percakapan layaknya manusia. Sistem ini tidak hanya menagih pembayaran, tetapi juga menawarkan metode pelunasan utang secara otomatis.

Bot AI Bernama Eve

Salah satu contoh kasus yang diangkat adalah bot AI bernama "Eve".

Bot ini menghubungi seorang pria dengan nama samaran Ben untuk menagih tunggakan sewa rumah sebesar 266 dolar AS (sekitar Rp4,7 juta).

Ben menyatakan bahwa tagihan tersebut sudah dilunasi beberapa bulan sebelumnya. Namun, Eve tetap menawarkan opsi pembayaran melalui kartu maupun transfer bank.

Ben kemudian mencoba menguji bot dengan memberikan percakapan aneh. Sistem AI tetap melanjutkan percakapan sebelum akhirnya mengalihkan panggilan ke petugas manusia.

Kemampuan Bot AI

Bot AI debt collector ini mampu berbicara secara natural. Sistem dapat menyesuaikan gaya komunikasi berdasarkan kondisi psikologis lawan bicara.

Perusahaan pengembang telah mengatur aksen bahasa, intonasi, hingga gaya percakapan sesuai profil orang yang ditelepon.

Misalnya, AI dapat menggunakan aksen bahasa Spanyol yang berbeda untuk pengguna di Meksiko dan Kolombia.

Bot AI juga diklaim mampu mendeteksi situasi kedukaan, seperti kebangkrutan, sakit, atau kematian anggota keluarga. Jika mendeteksi kondisi tertentu, sistem akan mengalihkan percakapan ke petugas manusia.

Beberapa perusahaan membuat profil psikografis pengguna berdasarkan riwayat percakapan sebelumnya. Hal ini agar pendekatan AI menjadi lebih personal.

Dinilai Lebih Sopan

Aspek menarik lainnya adalah penilaian bahwa bot AI lebih sopan dan tenang dibandingkan petugas manusia.