Perusahaan Penagihan Utang di AS Mulai Gunakan Bot AI untuk Telepon Nasabah
Bot AI tidak mudah marah, tidak gampang lelah, dan dapat beroperasi 24 jam nonstop.
Sebagian perusahaan mengeklaim bahwa nasabah justru merasa lebih nyaman berbicara dengan AI, terutama saat membahas persoalan finansial yang kerap dianggap memalukan.
>>> CEO Nvidia Khawatir Dominasi AI AS Terancam oleh China
Meskipun dinilai lebih sopan, sejumlah pihak tetap khawatir.
Direktur hukum New Economy Project, Susan Shin, menyebutkan bahwa AI memungkinkan perusahaan melakukan penagihan dalam skala yang jauh lebih besar.
Jika sebelumnya satu petugas manusia hanya mampu menelepon beberapa orang sehari, kini satu agen AI bisa menghubungi ribuan orang secara bersamaan.
Ada pula kekhawatiran terkait kesalahan sistem, seperti salah menghubungi orang atau membocorkan data utang.
Sementara itu, Profesor Yale School of Management, James Choi, menilai sebagian orang mungkin tidak merasa terlalu tertekan ketika berbicara dengan AI.
Hal ini membuat efektivitas penagihan utang menggunakan bot masih dipertanyakan.
Pertumbuhan Industri AI Debt Collector
Fenomena penggunaan AI untuk penagihan utang diperkirakan akan semakin marak. Kondisi ini didorong oleh tingginya angka kredit macet dan keterlambatan pembayaran di AS.
Perusahaan riset Kaplan Group memproyeksikan industri AI untuk kebutuhan debt collector akan bernilai hampir 16 miliar dolar AS dalam satu dekade ke depan.
Di AS, sejumlah startup teknologi kini berlomba menghadirkan layanan bot AI penagih utang.
Salah satu startup yang bergerak di bidang ini adalah Altur, yang memposisikan dirinya sebagai pusat panggilan tanpa manusia.
Perusahaan tersebut mengeklaim telah menangani lebih dari 2,5 juta panggilan terkait utang setiap bulannya.
Selain itu, terdapat startup Domu yang berdiri pada 2023. Domu menawarkan otomatisasi penagihan utang lewat telepon, SMS, dan email untuk sektor kesehatan serta layanan keuangan.
>>> Jadwal Film dan Sepakbola 2 Juni 2026: Tayangan Seru di TV Indonesia
Domu mengeklaim bahwa agen AI miliknya mampu menangani hingga 70 juta panggilan telepon per bulan pada Maret 2026.
Update Terbaru
Harga Mobil LCGC Stabil Awal Juni 2026 Meski Rupiah Melemah
Selasa / 02-06-2026, 08:59 WIB
Daya Beli Kelas Menengah Tergerus di 2026, Tabungan Terkuras
Selasa / 02-06-2026, 08:59 WIB
DDTC Perpajakan Luncurkan Paket Harga 2026 dan Content Challenge Rp5 Juta
Selasa / 02-06-2026, 08:59 WIB
Honda Bantah Buka Pemesanan Resmi Mobil Listrik Super One
Selasa / 02-06-2026, 08:54 WIB
10 Saham Pilihan Asing yang Banyak Dicari Jelang Long Weekend 2026
Selasa / 02-06-2026, 08:54 WIB
5 Tanda Harga Produk Anda Salah, Ini Cara Terbaru Menentukan Margin di 2026
Selasa / 02-06-2026, 08:54 WIB
Minat Beralih ke Mobil Listrik Menguat Akibat Biaya BBM Naik
Selasa / 02-06-2026, 08:49 WIB
Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 dan Panduan Cair Cepat Tanpa Ribet
Selasa / 02-06-2026, 08:49 WIB
25 Inspirasi Nama Bayi Perempuan Bahasa Yunani yang Cantik dan Paling Banyak Dicari 2026
Selasa / 02-06-2026, 08:49 WIB
Real Madrid Tantang RCD Espanyol demi Jaga Asa Juara La Liga
Selasa / 02-06-2026, 08:44 WIB
Rizky Ridho Resmi Jadi Kapten Timnas Indonesia Gantikan Jay Idzes di FIFA Matchday Juni 2026
Selasa / 02-06-2026, 08:44 WIB
Link Live Streaming Indonesia Open 2026: Nonton Resmi Aksi 11 Wakil Tuan Rumah
Selasa / 02-06-2026, 08:44 WIB
Nova Arianto Siap Rotasi Pemain Timnas U19 Hadapi Timor Leste
Selasa / 02-06-2026, 08:39 WIB
Ekonomi Indonesia Awal 2026: Pertumbuhan 5,61% di Tengah Tekanan Rupiah dan Pasar Saham
Selasa / 02-06-2026, 08:39 WIB






