Pengalaman menginap di hotel bintang lima sejatinya identik dengan kenyamanan, privasi, dan pelayanan prima yang memanjakan setiap tamu. Namun, narasi yang sangat berbeda justru dialami oleh seorang ibu muda yang baru-baru ini membagikan kisah kurang menyenangkan di media sosial Threads. Ia mengaku dilarang menggunakan fasilitas lift saat membawa stroller berisi anaknya yang sedang tertidur, dan justru diminta untuk menurunkannya melalui eskalator.
 
Kejadian yang diduga berlangsung di salah satu hotel berbintang di Jakarta ini sontak memicu gelombang protes dan kekhawatiran warganet terkait standar keselamatan dan empati dalam industri perhotelan.
 

Kronologi Kejadian yang Memancing Kekecewaan

Dikutip dari unggahan akun Threads @lidyarrahman, sang ibu menceritakan momen penuh kekecewaan saat hendak turun dari lantai kamar. Dalam kondisi anaknya yang masih bayi tertidur lelap di dalam stroller, ia dihadang oleh petugas hotel yang melarangnya menggunakan lift.
 
Alasan yang diberikan oleh pihak hotel pun terbilang mengejutkan. Petugas tersebut menyatakan bahwa area di sekitar lift sedang digunakan untuk keperluan sebuah "acara" khusus, sehingga akses tersebut ditutup untuk tamu umum. Sebagai solusi alternatif, sang ibu justru diminta untuk membawa turun stroller tersebut melalui eskalator.
 
"Masih gak ikhlas sama perlakuan staff hotel bintang 5 yang melarang aku turun pakai lift padahal bawa stroller dan anakku lagi tidur. Stroller-ku DIPAKSA harus lewat eskalator turun! Dengan posisi mundur yang which is berbahaya banget. Hanya karena area sekitar lift lagi ada 'acara' dan tamu umum gak boleh lewat (katanya)," tulis akun tersebut dengan nada kecewa yang tergambar jelas dalam setiap kalimatnya.
 

Eskalator Bukan Solusi, Ancaman Keselamatan yang Nyata