Salah satu metode yang paling sering ditemukan adalah pengiriman tautan palsu melalui platform pesan. Contohnya undangan pernikahan digital palsu, informasi lowongan kerja fiktif, dan tautan pembayaran pajak palsu.

Tautan tersebut dirancang untuk mencuri data pribadi atau mengambil alih akses akun keuangan.

BCA telah menerapkan teknologi face biometric untuk memastikan hanya pemilik akun asli yang dapat mengakses aplikasi myBCA.

Wani juga memperingatkan modus penipuan menggunakan fake BTS. Pelaku menyisipkan SMS palsu yang seolah-olah dari institusi resmi, misalnya pemberitahuan poin hadiah yang akan hangus.

Ciri-ciri pesan penipuan meliputi narasi mendesak, tautan tidak resmi, unsur menakut-nakuti, dan permintaan data rahasia seperti OTP atau PIN.

BCA tidak pernah meminta data rahasia melalui SMS.

Untuk meningkatkan keamanan, BCA mulai mengalihkan seluruh notifikasi layanan ke dalam aplikasi myBCA. Langkah ini membuat jalur komunikasi lebih terpusat dan terhindar dari pemalsuan.

Komitmen BCA dalam mengedukasi masyarakat di Jogja Financial Festival 2026 diharapkan memperkuat literasi keuangan digital.

>>> 6 Catatan Penting Pengusaha soal Ekspor Sawit-Batu Bara via DSI Terbaru 2026

Nasabah diharapkan dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman tanpa rasa takut akan kejahatan siber.