Motorola resmi meluncurkan smartphone lipat terbarunya, Razr Fold, di Indonesia.

Perangkat ini dibanderol hampir Rp30 juta dan bersaing langsung dengan foldable lain seperti Samsung Galaxy Z Fold7 dan Oppo Find N6.

>>> Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong

Kami berkesempatan mencoba langsung Motorola Razr Fold. Kesan pertama, ponsel ini terasa premium namun tidak setipis dan seringan kompetitornya.

Desain Premium dengan Sentuhan Pantone

Motorola Razr Fold mengusung desain khas dengan balutan warna yang divalidasi Pantone.

Tersedia dalam dua varian: Lily White dengan bodi vegan leather halus, dan Blackened Blue dengan tekstur kesat seperti karet.

Kedua varian telah mengantongi rating IP48 dan IP49, sehingga tahan debu dan air. Modul kamera mengadopsi gaya Edge Series dengan tiga kamera 50 MP dan LED flash.

Dimensi ponsel saat terbuka 160,1 x 144,5 x 4,7 mm dan bobot 243 gram. Saat dilipat, ketebalannya menjadi 10,1 mm.

Engsel Droplet dan Layar Lipat

Motorola menggunakan engsel stainless steel berbentuk droplet yang memungkinkan layar ditahan di berbagai sudut, termasuk Laptop Mode.

Layar lipat dilapisi ultra-thin glass dengan titanium plate untuk mengurangi bekas lipatan.

Hasilnya, jejak lipatan di tengah layar terasa landai saat jari digeser.

Layar utama pOLED 8,1 inci memiliki resolusi 2.232 x 2.484 piksel, refresh rate 120Hz, HDR10+, Dolby Vision, dan kecerahan hingga 6.200 nits.

Di sudut kanan atas terdapat kamera selfie 32 MP.

Layar luar pOLED 6,6 inci dengan resolusi 1.080 x 2.520 piksel, refresh rate 165Hz, dan kecerahan 6.000 nits.

Bezel tipis simetris, dengan kamera selfie 20 MP dan earpice nyaris tak terlihat.