Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan pengalaman menarik saat mengunjungi Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) di Arab Saudi.

Kunjungan itu dilakukan di sela ibadah haji.

>>> Singapura Siapkan MRT Bawah Tanah Terpanjang, Beroperasi 2026

Dadan melihat langsung kondisi pendidikan anak-anak pekerja migran di sana. Ia menilai keberadaan sekolah tersebut sangat penting untuk masa depan anak-anak Indonesia di luar negeri.

Antusiasme Siswa dan Guru

Dalam pertemuan yang berlangsung pada hari Minggu, sekitar 100 siswa dan 56 guru hadir secara spontan.

Mereka menyampaikan harapan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga diterapkan di sekolah mereka.

Para siswa sudah mendapatkan informasi lengkap mengenai implementasi MBG di Indonesia. Sebagai warga negara Indonesia, mereka merasa berhak mendapatkan jaminan gizi yang sama dari pemerintah.

Dadan berencana melaporkan aspirasi ini kepada Presiden. Ia akan mempertimbangkan pembentukan Satuan Pelayanan Gizi di luar negeri.

>>> PT dan BUMDes Tak Lagi Nikmati PPh Final 0,5 Persen di 2026

Jika rencana ini disetujui, Sekolah Indonesia Jeddah akan menjadi lokasi percontohan (pilot project) pertama untuk program MBG di mancanegara.

Potensi Implementasi dan Penyesuaian Menu

Saat ini terdapat dua sekolah Indonesia di Arab Saudi: SIJ dengan 1.000 siswa dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM) dengan 400 siswa.

Jumlah ini menjadi potensi sasaran program jika direalisasikan.

Skema penyediaan makanan akan melibatkan mitra lokal untuk membangun Satuan Pelayanan Gizi. Menu yang disajikan tetap mengedepankan cita rasa khas Indonesia namun menyesuaikan dengan bahan baku lokal.

>>> Pengusaha Bongkar Tantangan Berlapis Industri Nikel RI di 2026

Penyesuaian waktu makan, baik pagi maupun siang, akan mengikuti jadwal operasional sekolah masing-masing. Langkah selanjutnya adalah menunggu keputusan Presiden mengenai persetujuan anggaran dan mekanisme teknis.