PPDB Jatim 2026: 1,49 Juta PIN Disiapkan, Begini Cara Ambil Tanpa Ribet
Dinas Pendidikan Jawa Timur telah menyiapkan sebanyak 1.495.200 Personal Identification Number (PIN) untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026.
Jumlah ini dialokasikan untuk memastikan seluruh calon peserta didik di Jawa Timur dapat terakomodasi.
>>> Covid Singapura Melonjak, Begini Kondisi Terbaru di Indonesia Tahun 2026
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pengambilan PIN. Ia menegaskan sejauh ini tidak ada laporan antrean menumpuk di sekolah-sekolah.
Aries memprediksi volume pengajuan PIN akan melonjak signifikan mulai Selasa. Lonjakan ini seiring dengan diterbitkannya Surat Keterangan Lulus (SKL) oleh sekolah asal.
Hingga hari kelima, tercatat 117.323 pengajuan PIN telah masuk untuk verifikasi dan validasi. Dari jumlah tersebut, 90.963 siswa telah berhasil mendapatkan PIN resmi.
Ketentuan Dokumen dan Kategori Pendaftaran
Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan perhatian khusus pada dokumen kependudukan. Dinas Pendidikan mengimbau masyarakat memahami syarat penggunaan Kartu Keluarga (KK) dan Surat Keterangan Domisili (SKD).
Ada empat kategori dokumen yang diakui dalam pengajuan PIN:
- Kartu Keluarga (KK) asli atau murni.
- Surat Keterangan Domisili (SKD) bagi korban bencana alam atau bencana sosial.
- Surat Keterangan Domisili (SKD) untuk siswa dari pondok pesantren atau yayasan pendidikan.
- Surat Keterangan Domisili (SKD) khusus jalur mutasi atau perpindahan tugas orang tua.
Kategori ini menjadi acuan wali murid dalam menentukan jalur pendaftaran. Ketelitian memilih kategori dokumen sangat penting agar tidak terjadi kesalahan sistem saat seleksi.
Aries Agung Paewai memperingatkan bahwa pemilihan kategori dokumen berdampak langsung pada akses jalur pendaftaran. Misalnya, jika memilih SKD mutasi, siswa hanya bisa mendaftar melalui jalur mutasi.
Siswa yang memilih jalur tersebut tidak bisa mengikuti jalur SPMB lainnya. Operator di setiap sekolah diminta bekerja teliti memastikan kebenaran data siswa.
Update Terbaru
Panduan Menilai Keamanan Aplikasi Penghasil Uang Baru di 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:49 WIB
Adu Gaya Kim Min Ha dan Go Hyun Jung Usai BB Turun di Acara Fendi
Jumat / 17-07-2026, 16:48 WIB
Studi Ungkap Cara Efektif Atasi Kulit Belang Akibat Sinar Matahari
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
DPR Minta Kaji Matang Wacana SPP SMA/SMK di Jabar
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
Polisi Pastikan Keaslian Emas 74 Kg dari Rumah Febrie di Sentul
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
Detik-detik Roket Starship SpaceX Batal Meluncur Sebelum Lepas Landas
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
SPBU di Jakarta dan Bekasi Larang Suzuki Thunder Isi BBM
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli karena Terkait Kasus Lain
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Presiden Israel Nyatakan Keinginan Normalisasi dengan Arab Saudi
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Vincic Nangis Saat Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Kejagung Periksa Eks Jampidsus Febrie sebagai Tersangka TPPU Asabri
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Bahlil: Blok Masela Sumbang Penerimaan Negara Rp680 Triliun
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Pemkot Parepare Kurangi Personel Paskibraka Akibat Efisiensi Anggaran
Jumat / 17-07-2026, 16:33 WIB
BGN Ungkap Tunggakan Rp1,6 Triliun Era Dadan Hindayana, Pembayaran Masih Diproses
Jumat / 17-07-2026, 16:33 WIB







