Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur, menjadi magnet bagi ribuan pesilat muda.

Tak sekadar memburu gelar juara, turnamen bergengsi ini dimanfaatkan peserta sebagai ladang berburu sertifikat non-akademik demi mempermudah jalur masuk ke sekolah lanjutan.

in1

>>> BRI Tegaskan Fasilitas Kredit PT SSP yang Diselidiki Kejati Kaltara Bukan Disalurkan Perseroan

Ajang yang diinisiasi CNN Indonesia bersama PB IPSI ini diikuti sekitar 2.000 pesilat dari berbagai daerah yang bersaing di kategori tanding dan seni, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Bagi para orang tua dan pembina, status turnamen yang memperebutkan Piala Presiden menjadi daya tarik.

Sertifikat tingkat nasional dari ajang resmi memiliki bobot poin sangat tinggi dalam sistem PPDB Jalur Prestasi.

Perwakilan kontingen Pencak Organisasi (PO) Cabang Jember, Nurhayati, mengungkapkan bahwa sertifikat dari ajang ini sangat krusial untuk masa depan pendidikan anak didiknya.

Melalui sertifikat resmi tersebut, peluang para atlet muda untuk menembus sekolah favorit lewat jalur non-akademik akan terbuka lebar.

Karier mereka dalam pencak silat pun terjaga.

"Jadi kemarin itu yang didaftarkan untuk dari kontingen memang dari perguruan, dari Pencak Organisasi Cabang Jember," ujar Nurhayati kepada CNN Indonesia, Sabtu (27/6).

>>> Mantan Istri Ungkap Tabiat Taufik Hidayat, Akui Sering Marah dan Cemburu Berlebihan

"Cuma nanti biasanya itu untuk di sertifikat atas nama sekolah, diminta karena untuk mendaftarkan ke sekolah berikutnya itu biar dapat poin juga," ujarnya.

Nurhayati menjelaskan, poin prestasi dari kejuaraan sangat berguna berjenjang, mulai dari tingkat dasar yang ingin masuk ke SMP, tingkat menengah ke SMA, bahkan hingga perguruan tinggi.