BRIN Kembangkan Mi dari Umbi, Ini Tekstur dan Rasanya
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Enny Sholichah, mengembangkan mi non-terigu berbasis komoditas lokal. Tujuannya mendukung ketahanan pangan nasional dan mengurangi konsumsi terigu.
Indonesia menempati posisi kedua konsumen mi instan terbanyak di dunia setelah China. Konsumsi terigu nasional mencapai 7,41 juta metrik ton per tahun.
>>> Sempat Buron, Pemilik WO Marwah Catering Akhirnya Ditangkap Usai Berpindah-pindah Lokasi
Enny menyebut potensi sumber karbohidrat lokal seperti serealia, umbi-umbian, dan sagu sangat besar. Bahan-bahan ini bisa menjadi alternatif bahan baku mi non-terigu.
"Ini sebagai satu tantangan untuk ketahanan pangan nasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (1/6/2026). Ia menambahkan upaya ini juga memberikan sumbangsih mensubstitusi terigu.
Tekstur dan Rasa Mi Non-Terigu
Kekenyalan mi terigu berasal dari kandungan gluten. Gluten adalah campuran protein yang membuat adonan kenyal, elastis, dan mengembang.
Pada mi non-terigu, prinsip pembentukannya adalah gelatinisasi pati. Proses fisik ini terjadi ketika granula pati dipanaskan dalam air, menyerap air, mengembang, dan membentuk gel.
"Fungsi gelatinisasi untuk menggantikan fungsi gluten, membentuk struktur mi, meningkatkan kekenyalan, dan mengurangi cooking loss," jelas Enny. Prosesnya dapat dilakukan dengan pregelatinisasi atau ekstrusi panas.
Enny mengakui mi non-terigu tidak bisa hanya menggunakan satu bahan. "Kalau satu bahan biasanya secara rasa kurang bisa diterima konsumen, jadi perlu membuat komposit," ujarnya.
>>> Ribuan Dapur Makan Bergizi Gratis Disuspensi Hingga Mei 2026
Mi non-terigu juga memperhatikan nilai Indeks Glikemik (IG). IG adalah indikator seberapa cepat makanan berkarbohidrat memengaruhi kenaikan gula darah.
Ukuran partikel tepung dan cooking loss juga menjadi perhatian. Cooking loss mengukur padatan yang terlepas ke air rebusan; semakin kecil nilainya, semakin baik kualitas mi.
Diseminasi dan Hilirisasi
Proses diseminasi dan hilirisasi dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, industri, dan UMKM. Salah satu contoh adalah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, daerah penghasil jagung.
"Sumenep membutuhkan teknologi diversifikasi produk yang diharapkan bisa menjadi alternatif pangan pokok," papar Enny. BRIN menawarkan teknologi siap implementasi dan pendampingan.
Upaya komersialisasi telah berjalan melalui kemitraan dengan PT Nuang Prima dan PT Sedana. Produk dikenal dengan merek Mocca Pasta.
>>> Lenovo ThinkPad X13 Gen 7 Resmi Rilis, Laptop Ringan dengan Baterai Awet 30 Jam
"Dari penjualan produknya, mereka juga bisa memberdayakan tenaga kerja lokal untuk peningkatan nilai ekonomi," tutup Enny.
Update Terbaru
Julia Garner dan Mark Foster Berpisah Setelah Enam Tahun Menikah
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Pertamina Patra Niaga: Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Pansus 18 DPRD Bandung Dorong Penguatan Bank Bandung Lewat Regulasi
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Roy Suryo Dilaporkan Ketum Gibranisti ke Polisi Terkait Gelar S3 di UNJ
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
TNI Tutup Lokasi Ledakan Gudang Amunisi di Madiun
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Nonton Film Takkan Kubiarkan Kau Menangis (2026) di Bioskop Bukan LK21: Ketika Rumah Bukan Lagi Tempat Pulang
Kamis / 16-07-2026, 21:00 WIB
Adam Lambert Ungkap Keuntungan Finansial Besar dari Tur Bersama Queen
Kamis / 16-07-2026, 20:57 WIB
Kai Trump Beri Kabar Terbaru soal Pemulihan Kanker Payudara Vanessa Trump
Kamis / 16-07-2026, 20:57 WIB
Kebakaran Thorn Hanguskan 750 Hektare, Tutup Interstate 8
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Meteorit di New Jersey Bawa Ratusan Asam Amino Luar Angkasa
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Atletico Madrid Sumbang 9 Pemain di Final Piala Dunia 2026, Kalahkan Barcelona
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
BPH Migas Temukan Anomali QR Code Pembelian BBM Subsidi
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Mensos: Opini WTP dari BPK Momentum Jaga Kepercayaan Rakyat
Kamis / 16-07-2026, 20:56 WIB
Klasemen SEA V Cup usai Indonesia Hajar Kamboja: Kuasai Puncak
Kamis / 16-07-2026, 20:52 WIB







