Hingga saat ini, Amartha telah menyalurkan dana kumulatif Rp 46 triliun kepada sekitar 4 juta pelaku UMKM. Pembiayaan produktif menjadi pilar utama perusahaan.

Data OJK per Maret 2026 menunjukkan total outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai Rp 101,03 triliun, tumbuh 26,25% secara tahunan.

Tingkat risiko kredit (TWP90) berada di angka 4,52%, meningkat dari 2,77% pada Maret 2025, namun membaik tipis dari 4,54% pada Februari 2026.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Peningkatan TWP90 menjadi catatan serius bagi OJK. Regulator terus memantau pergerakan ini agar industri tetap aman bagi investor dan masyarakat.

Meski ada perbaikan tipis, kewaspadaan harus ditingkatkan. Kondisi ekonomi global dan suku bunga domestik akan memengaruhi kemampuan bayar nasabah.

Bagi UMKM, kenaikan BI rate mungkin terasa berat, namun fintech diharapkan tetap menjadi jembatan solusi.

>>> Khutbah Jumat 5 Juni 2026 Bahas Pentingnya Menjaga Adab di Tengah Kemerosotan Moral

Dengan manajemen risiko yang baik, sektor ini diprediksi menjadi tulang punggung pembiayaan inklusif di Indonesia.