Max Verstappen, pembalap Red Bull Racing yang telah meraih empat gelar juara dunia Formula 1, mulai memberikan sinyal untuk mengakhiri kariernya di lintasan balap lebih awal.

Meskipun kontraknya dengan Red Bull masih berlaku hingga akhir 2028, Verstappen mengakui bahwa masa pensiunnya kini sudah lebih dekat.

>>> Nova Arianto Ungkap Strategi Timnas U-19 di Piala AFF 2026, Juara Bukan Prioritas

Faktor Pemicu Pensiun Dini

Beberapa faktor mendorong niat Verstappen untuk pensiun lebih awal. Perubahan regulasi teknis F1 yang akan diterapkan pada musim 2026 menjadi pemicu utama.

Ia juga menyoroti pergeseran prioritas dalam kehidupan pribadi dan profesional, serta hilangnya rasa senang saat mengendarai mobil dengan aturan baru.

Verstappen bahkan menyebut mobil F1 generasi 2026 sebagai "mobil Formula E versi steroid", menunjukkan kritik kerasnya terhadap arah pengembangan teknis.

Prioritas pada Kebahagiaan

Bagi Verstappen, sensasi berkendara murni adalah hal yang paling penting.

Jika ia tidak lagi menikmati setiap putaran di lintasan, ia tidak akan ragu untuk beralih ke kategori balap lain.

>>> Biaya Marketplace Mahal, Kementerian UMKM Resmi Adukan Masalah ke Komdigi

Ia tertarik pada balap GT3 atau sportscars, dan sudah mencoba kategori tersebut tahun lalu dengan hasil memuaskan.

Dalam podcast Up To Speed, Verstappen mengaku bahwa regulasi baru tidak membantu keberlangsungan kariernya di F1.

Ia juga menegaskan bahwa pencapaiannya saat ini sudah lebih dari cukup untuk membuatnya puas secara profesional.

"Saya bisa saja pergi kapan saja dengan tenang karena saya memiliki banyak proyek menarik lainnya di luar sana," ujarnya.

>>> Battlefield 6 Season 3 Hadirkan Map Legendaris dan Ranked Battle Royale

Kehilangan Verstappen tentu akan berdampak besar bagi popularitas F1 dan persaingan di kasta tertinggi balap mobil dunia.