PDI Perjuangan secara resmi meluncurkan kembali lagu berjudul "Bung Karno Bapak Marhaenisme" pada Sabtu, 30 Mei 2026. Peluncuran ini bertepatan dengan momentum menyambut Bulan Bung Karno.

Acara tersebut berlangsung dalam rangkaian Pembekalan dan Bimbingan Teknis bagi Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

>>> Jip Wisatawan Kecelakaan di Bromo, Dua Korban Tewas

Lagu ini diperdengarkan secara khidmat pada bagian awal sesi protokoler kepartaian.

Makna Ideologis di Balik Lagu

Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa pemutaran lagu tersebut memiliki makna mendalam. Langkah ini bertujuan membangkitkan kembali semangat ideologi Marhaenisme di jiwa setiap kader.

Lagu ini menjadi pengingat krusial, khususnya bagi para anggota legislatif yang baru saja mengemban amanah rakyat.

Djarot menekankan bahwa fokus utama perjuangan partai adalah membela kepentingan masyarakat lapisan bawah.

Djarot menjelaskan bahwa di dalam setiap kebijakan yang diambil, para wakil rakyat harus selalu membumikan ajaran-ajaran yang diwariskan oleh Bung Karno.

Hal ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap instruksi dan komando partai.

Instruksi Penggunaan Lagu

Lagu "Bung Karno Bapak Marhaenisme" menjadi lagu wajib dalam setiap acara resmi partai. Penyanyian lagu ini harus mengikuti protokol resmi kepartaian yang telah ditetapkan.

Seluruh kader diinstruksikan untuk memahami makna lirik sebagai bentuk kesetiaan ideologis. Setiap kegiatan formal di tingkat daerah hingga pusat wajib menyertakan lagu ini dalam agendanya.

Penetapan lagu wajib ini diharapkan mampu memperkuat identitas kader PDI Perjuangan sebagai garda terdepan pembela kaum Marhaen di seluruh pelosok Indonesia.

Arahan Megawati

Sejalan dengan semangat lagu baru tersebut, Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum PDIP terus memberikan arahan kepada seluruh jajarannya.