Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengungkapkan bahwa ia sempat mempertimbangkan taktik klasik yang ekstrem untuk menghentikan Lionel Messi di semifinal Piala Dunia 2026.

Taktik tersebut adalah sistem penjagaan ketat satu lawan satu atau man-marking, yang khusus dirancang untuk mengunci pergerakan kapten Argentina itu.

>>> Purbaya Ungkap Alasan Pindahkan Dana SAL ke Bank BUMN

"Saya sempat memikirkan hal ini, apakah kami harus melakukan taktik man-marking gaya lama yang sesungguhnya [terhadap Messi]," ujar Tuchel dalam konferensi pers jelang laga di Stadion Atlanta, seperti dikutip dari ESPN, Rabu (15/7).

"Saya belum yakin apakah kami akan benar-benar menerapkan ide ini, tetapi rencana tersebut sempat terlintas di kepala saya," tambahnya.

Messi Masih Menjadi Momok di Usia 39 Tahun

Meski telah berusia 39 tahun, Lionel Messi tetap menjadi ancaman terbesar di Piala Dunia 2026.

Ia telah mencetak delapan gol dan dua assist, menjadikannya pencetak gol terbanyak bersama Kylian Mbappe.

Tuchel memuji kemampuan Messi yang dianggapnya memiliki intuisi di atas rata-rata. "Saya rasa semua orang tahu ruang mana yang ingin dia datangi.

Jika Anda menganalisis pertandingannya, Anda akan merasa dia mampu melihat segala sesuatu lebih cepat daripada siapa pun di lapangan," puji Tuchel.

"Bola seolah-olah selalu jatuh ke kakinya. Dia menemukan celah, menciptakan ruang untuk kaki kirinya, lalu mengeksekusinya," lanjutnya.

Tuchel bahkan menyebut bahwa strategi lawan sering kali sia-sia di hadapan Messi. "Kami tentu telah menemukan beberapa pola dalam permainan mereka.

>>> Clavicular Balas Kritik AOC soal Looksmaxxing: Bukan Sekadar Penampilan Fisik

Namun, jika kami menutup pola tersebut, dia akan menemukan atau menciptakan pola yang baru. Itu adalah kekuatan supernya," tuturnya.