Ia meminta kader untuk tidak hanya berada di balik meja, tetapi terjun langsung ke lapangan.

Megawati menegaskan bahwa kekuatan sejati seorang pemimpin terletak pada kedekatannya dengan rakyat. Pemimpin yang kuat adalah mereka yang mampu memberikan solusi nyata atas berbagai kebutuhan hidup masyarakat.

>>> SDA Akui Pipa Air Jakarta Usang, Pengecekan Terbaru 2026 Jadi Prioritas Utama

Sejarah Marhaenisme

Djarot Saiful Hidayat juga mengulas kembali sejarah panjang di balik lahirnya istilah Marhaenisme yang dicetuskan oleh sang Proklamator.

Konsep ini muncul setelah Bung Karno bertemu dengan seorang petani bernama Marhaen di wilayah Priangan sekitar tahun 1920-an.

Sosok petani tersebut menjadi inspirasi besar bagi Bung Karno dalam melihat realita rakyat Indonesia yang memiliki alat produksi namun tetap hidup dalam kemiskinan.

Nama Marhaen pun diabadikan sebagai simbol perjuangan melawan ketidakadilan sistemik.

Marhaenisme digunakan untuk menggambarkan rakyat kecil yang tertindas oleh sistem kolonialisme. Konsep ini menjadi napas perjuangan dalam membebaskan bangsa dari belenggu kapitalisme global.

Simbol Marhaen mewakili kekuatan rakyat untuk bangkit dan mencapai kemandirian secara ekonomi maupun politik. Ajaran ini menekankan pentingnya persatuan antara pemimpin dan rakyat dalam membangun tatanan dunia baru.

Melalui lagu ini, memori kolektif kader partai disegarkan kembali mengenai akar sejarah perjuangan bangsa yang dimulai dari semangat petani kecil di desa-desa.

Lirik Lagu

Lagu ini memiliki lirik yang lugas dan penuh semangat ajakan untuk bersatu di bawah komando perjuangan yang sama.

Berikut adalah lirik lagu yang kini wajib dinyanyikan oleh setiap kader PDI Perjuangan:

Rakyat Marhaen Majulah BersatuMembangun Dunia yang BaruSatukanlah Gerak LangkahmuTurut Komando yang Satu

Hiduplah Bung Karno KitaBapak Marhaenisme JayaHiduplah Pemimpin KitaMarhaenisme Pastilah Jaya

>>> Resmi! Aturan Baru Terbit, Lemigas Jadi BLU Impor Minyak dan LPG 2026

PDI Perjuangan berharap lirik-lirik tersebut dapat meresap ke dalam sanubari setiap anggota fraksi. Lagu ini sekaligus menjadi identitas musikal baru yang akan terus menggema di setiap kantor partai.