Polisi mengungkap motif di balik aksi MY (34) yang mengirim pesan ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Tersangka ternyata kesal karena masalah seragam sekolah.

>>> Zulhas Klarifikasi: Kopdes Bukan Supermarket, Banyak yang Salah Paham

Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo mengatakan, beberapa hari sebelum kejadian, MY menanyakan perihal seragam ke pihak sekolah.

Namun, ia merasa tersinggung dengan jawaban yang diberikan.

"Jadi beberapa hari sebelum kejadian kan nanya dia masalah seragam. Jawabannya, 'Udah, enggak usah beli seragamnya, saya tahu kondisi kamu kan begitu,' gitu lho.

Jadi kayaknya merasa tersinggung gitu," ujar Joko, Rabu (15/7).

>>> Presiden Latvia Bongkar Upaya Licik Rusia Sabotase NATO

MY merupakan wali murid di sekolah tersebut. Usai mengirim ancaman, ia sempat menjemput anaknya setelah para siswa dipulangkan akibat teror bom.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku tidak menyangka perbuatannya akan memicu kehebohan. Ia pun menyatakan penyesalan atas tindakannya.

Sebelumnya, Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin mengungkapkan bahwa MY pernah mengirim pesan ancaman serupa ke ketua RT tempat tinggalnya.

Saat itu, ketua RT langsung mengajak MY berkomunikasi.

>>> Suporter Argentina Dilarang Bawa Atribut Malvinas saat Lawan Inggris

Atas perbuatannya, MY dijerat Pasal 600 dan atau Pasal 601 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.