Analisis kimia menunjukkan ke-20 bintang tersebut memiliki tanda pengayaan dari supernova energi tinggi, hipernova, dan penggabungan bintang neutron.

Namun, tim peneliti tidak menemukan indikasi ledakan katai putih yang menandakan galaksi Loki berusia pendek.

Upaya menemukan fosil galaksi di area piringan Bimasakti menjadi tantangan besar akibat padatnya populasi bintang muda.

Meskipun sampel saat ini masih terbatas, Sestito tetap optimistis terhadap masa depan arkeologi galaksi.

"Meskipun penelitian ini mungkin terbatas dalam jumlah bintang yang diamati, masa depan terlihat sangat cerah," pungkasnya.

"Kita akan memiliki fasilitas spektroskopi multi-objek yang akan memperoleh informasi kimia untuk ribuan bintang.

>>> Microsoft Hentikan Penggunaan Claude Code Mulai Juni 2026

Pada titik itu, kita akan dapat memahami lebih baik sifat-sifat dari banyak komponen penyusun yang membentuk galaksi kita."