PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 7,29 triliun hingga April 2026. Angka ini meningkat 6,11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan laba bersih didukung oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 14,7% menjadi Rp 24,75 triliun.

>>> Pilot Perempuan Indonesia Ukir Sejarah Terbangkan Pesawat Kepresidenan RI

Sementara itu, beban bunga BNI juga meningkat 15,32% menjadi Rp 10,31 triliun.

Net interest margin (NIM) BNI mencapai Rp 14,43 triliun per April 2026. Capaian ini tumbuh 14,25% secara year on year.

Penyaluran kredit BNI tercatat sebesar Rp 919,5 triliun, melonjak 21,39% dibandingkan April 2025. Ekspansi kredit yang agresif ini ditopang oleh pendanaan yang optimal.

>>> Aurelia, Siswi SMA Santa Ursula, Borong Penghargaan di Kompetisi Internasional Bangkok

Total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BNI mencapai Rp 1.023,07 triliun, tumbuh 26,05% year on year.

Komposisi dana murah (CASA) mendominasi dengan porsi 69,88% dari total DPK.

>>> VIDA Ingatkan Modus Penipuan Canggih Bayangi Tren Kurban Online

Dengan kinerja tersebut, total aset BNI per April 2026 naik 21,94% menjadi Rp 1.328,05 triliun.