Pelaksanaan kurban secara daring menjadi tren pada momentum Iduladha. Namun, perkembangan ini diiringi ancaman peningkatan kasus penipuan digital.

Perusahaan identitas digital VIDA mengungkapkan bahwa teknik penipuan kini lebih canggih dan berlapis. Penjahat digital tidak hanya mengandalkan phishing konvensional.

>>> Polres Pekalongan Kota Tangkap Pimpinan Ponpes Terkait Kasus Asusila

Selain phishing, pelaku memanfaatkan teknologi deepfake, rekayasa sosial, dan pengambilalihan akun ilegal. Masyarakat diminta lebih waspada saat bertransaksi.

Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur mengatakan, penting untuk cermat memeriksa setiap transaksi. Jangan terburu-buru mengklik tautan mencurigakan.

VIDA mengimbau publik untuk bertransaksi hanya melalui lembaga penyalur kurban resmi. Masyarakat juga diminta tidak mudah tergiur harga murah tidak masuk akal.

>>> 5 Pemain Muda yang Diprediksi Jadi Bintang di Piala Dunia 2026

Langkah pencegahan krusial adalah menjaga kerahasiaan data sensitif. Jangan membagikan kode OTP atau data pribadi kepada pihak tidak dikenal.

Berdasarkan Whitepaper VIDA 2026 SEA Digital Identity Fraud Outlook, serangan penipuan digital kini makin terorganisasi. Ancaman tidak hanya mengincar konsumen, tetapi juga penyedia layanan kurban online.

>>> PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk Bagikan Dividen Final Rp170 per Saham

Pelaku usaha di sektor ini wajib meningkatkan ketelitian verifikasi. Setiap bukti pembayaran harus diperiksa mendalam sebelum transaksi final diproses.