Jumlah itu mencakup 20 metrik ton tabungan emas yang tersebar di 22 juta nasabah ritel melalui aplikasi digital Tring!

by Pegadaian dan 4.100 cabang fisik.

Total akumulasi bullion Pegadaian telah melampaui cadangan emas Bank Indonesia yang saat ini berada di angka 85 hingga 87 metrik ton.

"Manfaatnya jelas dan berdampak langsung pada kinerja kami. Kami memonetisasi emas publik.

Selama ratusan tahun, masyarakat hanya tahu gadai tradisional atau tabungan dasar. Dengan layanan bullion, kami bisa melakukan diversifikasi bisnis emas secara mendalam," kata Muhammad Abraham.

Ia menegaskan Pegadaian mengoperasikan satu-satunya jaringan brankas dengan spesifikasi keamanan internasional. Emas diaudit secara berkala oleh tim internal, OJK, dan auditor publik.

"Emas fisik yang mendukung 145 metrik ton dan 20 metrik ton tabungan disimpan secara ketat dengan basis satu-ke-satu.

>>> Kemenhaj Siagakan 751 Petugas di Mina untuk Kawal Jemaah Haji Indonesia

Regulator telah memeriksa berulang kali: 100% aset fisiknya ada," ujar Muhammad Abraham.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) juga mengalami ekspansi portofolio emas sebesar 10,03% secara year-to-date menjadi 23,03 metrik ton per Maret 2026.

Angka itu naik dari 20,93 metrik ton pada akhir 2025.

VP Bullion Marketing Strategy BSI, Kinanti Adelin, menyebutkan dari 23 juta nasabah aktif BSI, baru sekitar 1 juta yang telah membuka akun emas digital.

"Ke depannya, karena banyak yang melihat bisnis bullion sebagai 'seksi', banyak institusi kemungkinan akan bergabung dalam ekosistem sebagai bank bullion.

Strategi jangka pendek kami adalah mengunci dan meyakinkan basis nasabah internal yang besar.

Setelah penetrasi internal optimal, kami akan memperluas pemasaran ke luar melalui kampanye literasi investasi emas berkelanjutan," kata Kinanti Adelin.