Eka Budi Utami, perempuan 39 tahun asal Purworejo, memulai bisnis modest fashion muslim bernama Naeka di tengah pandemi Covid-19 pada 2020.

Ia berhenti bekerja setelah melahirkan dan merintis usaha yang kini menjadi brand mukena premium hingga menembus pasar internasional.

>>> Klaim Kode Redeem FC Mobile Mei 2026 Terbaru untuk Raih Hadiah Gratis

Perjalanan usaha ini berkembang pesat berkat dukungan PT Bank Rakyat Indonesia melalui Rumah BUMN BRI Jakarta.

Eka mengikuti berbagai pelatihan, mulai dari pengelolaan keuangan, pengembangan kemasan produk, hingga strategi memperluas pasar global.

Sebelum sukses, ia sempat mengalami penipuan oleh rekan produksi yang membawa lari gaji penjahit saat membangun konveksi sendiri.

Awalnya bisnis ini bergerak di bidang perlengkapan bayi, bukan pakaian muslimah.

"Karena waktu itu habis melahirkan, saya idealis ingin bikin produk bayi.

Tapi ternyata kami belajar dari kegagalan dulu," ujarnya kepada Media Indonesia di kantor pusat Naeka, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Nama Naeka merupakan gabungan dari nama adik iparnya, Rina, dan Eka.

Setelah gagal di produk bayi, mereka beralih ke segmen produk muslimah dengan sistem maklon jilbab yang mendapat respons baik dari pasar.

Momentum Pandemi dan Kualitas Premium

Naeka meluncurkan produk mukena pertamanya pada Ramadan 2020 dengan memanfaatkan kain motif dari toko biasa.

Meski dijalankan secara daring tanpa promosi besar, omzet penjualan pada Lebaran pertama saat pandemi mencapai Rp45 juta.

"Pandemi tuh bukan jadi penghalang bisnis kami. Justru di tahun kedua covid-19, makin besar lagi omzet yang kami dapat," katanya.

Untuk menjaga konsistensi kualitas, Eka membangun konveksi sendiri pada 2021 dengan tenaga kerja dari Garut, Cilacap, dan Jawa Tengah.