Harga minyak mentah dunia menunjukkan pergerakan bervariasi pada perdagangan Selasa (27/5/2026) menyusul aksi militer Amerika Serikat ke Iran.

Serangan tersebut menutup peluang kesepakatan damai di Selat Hormuz dan memicu kekhawatiran baru atas kelancaran distribusi energi global.

>>> Kalender Jawa 27 Mei 2026: Weton Rabu Wage Berneptu 11

Pergerakan Harga Minyak

Minyak mentah Brent melonjak US$ 3,44 atau 3,6 persen, ditutup pada level US$ 99,58 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS justru turun US$ 2,71 atau 2,8 persen ke posisi US$ 93,89 per barel.

Sehari sebelumnya, Brent sempat merosot 7 persen ke titik terendah sejak 20 April karena optimisme berakhirnya perang tiga bulan.

Namun, situasi berbalik setelah pasukan Amerika Serikat membombardir wilayah selatan Iran pada Selasa dini hari.

Respons Iran dan AS

Pihak Teheran menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sementara yang telah berjalan hampir tujuh pekan.

>>> Promo Alfamart 24-31 Mei 2026: Diskon Spesial Produk Harian

Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan militer di Provinsi Hormozgan sebagai "pelanggaran besar".

Di pihak lain, Amerika Serikat menyatakan bahwa proses diplomasi untuk meredakan ketegangan regional masih terus diupayakan.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi untuk mengakhiri konflik masih berlangsung dan bisa memakan waktu beberapa hari lagi.

Ancaman Pasokan Global

Penutupan jalur pelayaran non-Iran di Selat Hormuz sejak akhir Februari berpotensi mengancam pasokan global.

>>> Julian Alvarez Tegaskan Ambisi Argentina Pertahankan Gelar Piala Dunia 2026

Wilayah tersebut mengalirkan seperlima minyak dan gas alam cair dunia.