Penyerang Atletico Madrid Julian Alvarez menegaskan ambisi besar skuad Argentina untuk mempertahankan trofi juara di Piala Dunia 2026.

Pemain andalan Albiceleste itu menyatakan motivasi seluruh anggota tim tidak pernah memudar untuk kembali menjadi yang terbaik.

>>> Klaim Kode Redeem Slime RNG Mei 2026, Dapatkan Coin dan Big Dice Gratis

"Kami selalu ingin dinobatkan sebagai juara. Tidak ada alasan mengapa kali ini harus berbeda.

Kami ingin mencapai final," ujar Alvarez dikutip dari laman resmi FIFA.

Mantan penggawa Manchester City itu mengakui status juara bertahan membawa tekanan signifikan. Menurutnya, mempertahankan piala emas menuntut komitmen penuh dari aspek fisik dan mental.

"Kami ingin mempertahankan trofi dan membuat rakyat kami bersorak gembira sekali lagi," tambah Alvarez.

Target Argentina tidak terbatas pada mempertahankan takhta juara. Jika berhasil menang berturut-turut, mereka akan mencatat sejarah langka setelah sebelumnya memenangi dua gelar Copa America beruntun.

Argentina di Grup J

Hasil pengundian menempatkan Argentina di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan Yordania. Alvarez mewanti-wanti rekan setimnya untuk tetap waspada.

Langkah waspada dinilai krusial guna memuluskan perjalanan menuju pertandingan puncak yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

>>> Nigeria Kalahkan Zimbabwe 2-0 di Unity Cup, Melaju ke Final

Kondisi Lionel Messi Jadi Sorotan

Kekhawatiran melanda kubu Argentina akibat masalah kesehatan yang menimpa Lionel Messi. Megabintang tersebut mengalami gangguan pada otot hamstring kiri saat membela Inter Miami.

Messi sempat meminta pergantian pemain secara mendadak. Namun namanya tetap masuk dalam daftar 55 pemain sementara Argentina, berbeda dengan Paulo Dybala yang dipastikan absen.

Pelatih timnas Yordania, Jamal Sellami, secara terbuka berharap Messi pulih tepat waktu. Kehadirannya dinilai memberikan tantangan kompetitif spesial bagi anak asuhnya.

Persiapan dan Logistik Peserta

FIFA telah mengumumkan lokasi pusat pelatihan. Argentina bersama Inggris akan menggunakan Kansas City sebagai markas, sementara Iran memilih Tijuana.

Partisipasi Iran dipastikan setelah FIFA memberikan garansi pengurusan visa di tengah eskalasi geopolitik. Hal ini dikonfirmasi Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali.

Republik Demokratik Kongo tetap melanjutkan persiapan meski skuad terancam isolasi akibat wabah ebola.

>>> Harga Emas Dunia Anjlok Lebih dari 1% Akibat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

FIFA juga memperluas sanksi kepada Gianluca Prestianni karena pelecehan terhadap Vinicius Jr, yang membuatnya absen dua pertandingan pembuka.