Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (BPD Hipmi Jaya) melatih 200 kader baru dalam Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) 2026.

Kegiatan ini digelar di Jakarta untuk memperkuat kapasitas bisnis para pengusaha muda menghadapi transisi daerah menjadi kota global.

>>> Indeks Potensi Radikalisme di Kalimantan Selatan Melonjak ke 13,2 pada 2025

Jakarta memiliki potensi demografi besar dengan jumlah penduduk mencapai 10,7 juta jiwa. Sebanyak 71,27 persen di antaranya merupakan masyarakat usia produktif.

Ketua Umum BPD Hipmi Jaya M Riandy Haroen menjelaskan bahwa forum ini menjadi wadah peningkatan pola pikir dan kepemimpinan.

Tujuannya agar anggota memiliki karakter pejuang yang adaptif serta inovatif.

"Namun, di era ketidakpastian global ini, sekadar lahirnya pengusaha muda tidak cukup.

Kita harus memberikan bekal kuat agar mereka tetap berkembang dan kian kuat di era transisi Jakarta sebagai kota global," kata M Riandy Haroen.

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah pakar dan pejabat negara untuk membagikan pengetahuan praktis kepada para pelaku usaha baru.

>>> Rekomendasi Sektor Batu Bara Turun, AADI dan ITMG Paling Terdampak

"Melalui forum ini, kami menghadirkan para tokoh panelis untuk menempa pengusaha muda sehingga bisa memiliki karakter pejuang pengusaha lebih adaptif, inovatif dan kolaboratif," ujarnya.

Pihak panitia menekankan pentingnya peran serta wirausahawan baru dalam membangun ekosistem bisnis lokal yang berdaya saing internasional.

Ketua Panitia Diklatda BPD Hipmi Jaya 2026, Razoola Menakh, optimistis para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh.

"Kami optimistis setelah pengusaha muda Hipmi Jaya mengikuti Diklatda 2026 ini membawa pulang banyak manfaat untuk diaplikasikan langsung pada bisnis sehingga bisnis mereka scale-up dan kelak menjadi pebisnis tangguh serta berdaya saing global," tutur Razoola Menakh.

Acara Diklatda 2026 diisi oleh sejumlah tokoh penting.

>>> Kaltim Raih Penghargaan Nasional atas Kolaborasi dengan Sekolah Swasta

Hadir antara lain Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, Wakil Ketua DPRD DKI Wibi Andrino, serta beberapa pejabat kementerian dan anggota DPR RI.