Pemerintah Diminta Perkuat Kredibilitas Fiskal untuk Jaga Rupiah
Pemerintah didesak untuk memperkuat kredibilitas kebijakan fiskal dan membangun kepercayaan pelaku usaha.
Langkah ini dinilai krusial untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah akibat derasnya arus modal keluar.
>>> Presiden Prabowo Tiba di Prancis untuk Kunjungan Negara
Saran tersebut disampaikan Peneliti LPEM FEB UI, Rizki Nauli Siregar, dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Selasa (26/5/2026).
Data Jisdor Bank Indonesia mencatat rupiah berada di level Rp 17.789 per dolar AS pada hari yang sama.
Angka tersebut menunjukkan pelemahan 6,39% secara year to date.
Menurut Rizki, penanganan pelemahan rupiah tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan moneter Bank Indonesia. Akar masalahnya berada di luar aspek moneter.
"Pertama dari sisi fiskal. Fiskal perlu menunjukkan bahwa investor maupun masyarakat bisa percaya, trust dan credible," kata Rizki.
Ia menegaskan setiap kebijakan fiskal harus diarahkan sepenuhnya untuk mendukung perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Sektor usaha juga membutuhkan kepastian bahwa investasi mereka akan didukung pertumbuhan permintaan pasar yang kuat.
"Jadi kalau dari fiskal kita butuh trust dan juga credibility, dari sisi business sector mereka butuh confidence bahwa kalau saya invest ini akan ada pertumbuhan demand yang cukup kuat," tuturnya.
>>> Polres Bungo Gagalkan Penyelundupan Emas Sabuk Hitam 2,3 Kilogram
Gairah penanaman modal asing (FDI) di Indonesia saat ini dinilai belum optimal.
Padahal, tekanan global seharusnya menjadi momentum untuk menarik investasi jangka panjang, seperti yang berhasil dilakukan negara tetangga.
"Kita lihat India pertumbuhan FDI inflow 44% walaupun sekarang dia depresiasi, cuma inflow besar untuk yang jangka panjang.
Malaysia 22%, Thailand 31%," ungkap Rizki.
Realisasi pertumbuhan investasi di negara peers membuktikan bahwa gejolak global bukan penghalang masuknya modal. Syaratnya, arah kebijakan ekonomi harus dinilai tepercaya.
"Jadi menurut saya di kala peers kita, tetangga kita, rekan kita bisa mengambil kesempatan ini, sepertinya kita belum bisa mengambil kesempatan ini," ucap Rizki.
Aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing juga melanda pasar saham Indonesia pada Selasa (26/5/2026).
>>> Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Peran Bea Cukai Tidak Hilang
Beberapa saham emiten besar seperti TPIA, BBCA, BBRI, BMRI, BREN, AMMN, DSSA, dan AMRT menjadi sasaran pelepasan aset oleh investor luar negeri.
Update Terbaru
Nationals Hadapi Yankees di Seri Kandang Penutup Paruh Pertama
Sabtu / 11-07-2026, 05:35 WIB
Hujan Tunda Laga Pembuka Seri Pirates vs Brewers
Sabtu / 11-07-2026, 05:35 WIB
Hornets Resmi Tukar LaMelo Ball ke Timberwolves
Sabtu / 11-07-2026, 05:35 WIB
Netflix Documentary Revisits Fatal Costa Concordia Shipwreck
Sabtu / 11-07-2026, 05:35 WIB
Chicago Cubs Hadapi Cincinnati Reds di Seri Tiga Pertandingan Sebelum All-Star Break
Sabtu / 11-07-2026, 05:35 WIB
Mikel Merino Cetak Gol Penentu, Spanyol Lolos ke Semifinal Piala Dunia
Sabtu / 11-07-2026, 05:14 WIB
Cabo Verde Berdebat Identitas Nasional di Tengah Sukses Bersejarah Sepak Bola
Sabtu / 11-07-2026, 05:14 WIB
JK Simmons Akui Belum Pernah Bertemu Tom Holland Meski Sudah Dua Film MCU
Sabtu / 11-07-2026, 05:10 WIB
Bintang Kingdom Come: Deliverance 2 Minta Rockstar Jadikan Dirinya Koboi di Red Dead Redemption 3
Sabtu / 11-07-2026, 05:10 WIB
Zaman Keemasan Anime Berakhir, Veteran Industri Bertaruh pada ZAN
Sabtu / 11-07-2026, 05:08 WIB
5 Rekomendasi Web Top Up Diamond FF dengan Harga Terbaik dan Resmi
Sabtu / 11-07-2026, 05:07 WIB
Pemenang Minecraft Movie Build Challenge Diumumkan, Karya Ini Tampil di Film
Sabtu / 11-07-2026, 05:07 WIB
Mantan Bintang 'Below Deck' Digugat Atas Perdagangan Seks Anak
Sabtu / 11-07-2026, 05:07 WIB
Pacar Darrell Sheets Akui Berhubungan Seks Sebelum Bintang Storage Wars Bunuh Diri
Sabtu / 11-07-2026, 05:07 WIB







