Purbaya Yudhi Sadewa Pastikan Peran Bea Cukai Tidak Hilang
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tidak akan hilang.
Hal ini disampaikan setelah pemerintah mengalihkan ekspor komoditas sumber daya alam strategis melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
>>> Pemerintah Luncurkan Program Magang Nasional Batch IV Juli 2026 dengan Anggaran Rp 4,14 Triliun
Purbaya menjelaskan bahwa PT DSI hanya bertindak sebagai pedagang, sementara pemeriksaan ekspor-impor tetap dilakukan oleh Bea Cukai. "Ya tetap seperti biasa.
Dia (PT DSI) yang melakukan trading tapi kan ekspor-impor yang meriksa Bea Cukai. Jadi bukan berarti fungsi Bea Cukai hilang," ujarnya di Jakarta, Selasa (26/5).
Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto belum pernah mendiskusikan penghapusan Bea Cukai. Justru, Presiden ingin memperkuat lembaga tersebut.
"Dan Presiden sepertinya belum pernah mendiskusikan (rencana) itu ke depannya. Justru dia bilang kan kita perkuat Bea Cukai," kata Purbaya.
Purbaya menambahkan bahwa peran Bea Cukai akan tetap sama, namun akan diperbaiki secara internal. Ia merujuk pada pidato Presiden yang menekankan perbaikan.
"Masih sama perannya tapi akan diperbaiki lagi seperti dalam pidato Bapak Presiden itu. Kalau nggak becus, katanya kepalanya mesti dicopot," imbuhnya.
>>> IPA Convex 2026 Catat Komitmen Investasi Energi US$30 Miliar
Mengenai kemungkinan perombakan jabatan di Bea Cukai, Kementerian Keuangan masih menunggu keputusan politik dari pimpinan tertinggi. "Kita masih tunggu keputusan politik di atas," ujar Purbaya.
Sebelumnya, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan sempat melontarkan wacana perubahan operasional Bea Cukai. Namun, Juru Bicara Ketua DEN, Jodi Mahardi, meluruskan pernyataan tersebut.
Ia menegaskan bahwa Luhut tidak menyampaikan rencana pengambilalihan, peleburan, atau perubahan fungsi DJBC.
Jodi menjelaskan bahwa pernyataan Luhut lebih menekankan pada penguatan sistem digital terintegrasi Simbara (Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian/Lembaga).
Sistem ini menghubungkan data produksi, penjualan, pembayaran kewajiban negara, hingga pengapalan ke luar negeri.
"Sistem ini memungkinkan proses monitoring dilakukan secara lebih terintegrasi, meningkatkan transparansi, memperkuat pengawasan, sekaligus meminimalkan ruang penyimpangan maupun kebocoran penerimaan negara," kata Jodi.
>>> Jacobo Ramon Pilih Bertahan di Como, Abaikan Opsi Kembali ke Real Madrid
Ke depan, pendekatan seperti Simbara diharapkan menjadi ujung tombak penguatan tata kelola perdagangan dan ekspor sumber daya alam melalui integrasi data yang lebih menyeluruh dan real-time.
Update Terbaru
Jadwal Siaran Langsung Argentina vs Swiss di 8 Besar Piala Dunia 2026
Sabtu / 11-07-2026, 07:05 WIB
Kebakaran Hutan di Spanyol Tewaskan 11 Orang, 19 Hilang
Sabtu / 11-07-2026, 07:05 WIB
Kejagung Ungkap Alasan Febrie Mundur dari Jampidsus
Sabtu / 11-07-2026, 07:00 WIB
Merino Cetak Sejarah di Piala Dunia usai Spanyol ke Semifinal
Sabtu / 11-07-2026, 07:00 WIB
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, Pernah Menang Lawan Kotak Kosong
Sabtu / 11-07-2026, 07:00 WIB
KPop Demon Hunters Sing-Along di Jakarta: Ini Isi Acaranya
Sabtu / 11-07-2026, 06:57 WIB
Polisi Beberkan Barang Bukti Tiga Kasus Korupsi, Termasuk Emas 74 Kg
Sabtu / 11-07-2026, 06:57 WIB
Mitsubishi Kembangkan Robot Humanoid untuk Pabrik Mobil
Sabtu / 11-07-2026, 06:57 WIB
Apa Itu BBM Baru Biodiesel B50? Ini Penjelasan Lengkapnya
Sabtu / 11-07-2026, 06:56 WIB
Mikel Merino Merendah usai Jadi Pahlawan Spanyol ke Semifinal Piala Dunia
Sabtu / 11-07-2026, 06:56 WIB
Jadwal Siaran Langsung Sprint Race MotoGP Jerman 2026
Sabtu / 11-07-2026, 06:56 WIB
Polisi Dalami Kepemilikan Rumah Sentul Usai Digeledah
Sabtu / 11-07-2026, 06:56 WIB
Pilot F-16 Raih Distinguished Flying Cross untuk Misi di Yaman
Sabtu / 11-07-2026, 06:56 WIB
Kesalahan Umum Ini Bisa Merusak Bunga Hydrangea Anda Sepanjang Tahun Depan
Sabtu / 11-07-2026, 06:56 WIB







