Seorang pilot F-16 yang terlibat dalam operasi tempur di Yaman tahun lalu dianugerahi Distinguished Flying Cross (DFC) pada awal Juli 2025.

Kapten Nathanial Welch, dengan callsign "Icarus", menerima penghargaan tertinggi Angkatan Udara AS untuk keberanian dalam penerbangan melawan musuh.

>>> Kesalahan Umum Ini Bisa Merusak Bunga Hydrangea Anda Sepanjang Tahun Depan

Penghargaan itu diberikan atas aksinya pada 29 April 2025, saat ia menjadi bagian dari misi serangan gabungan Amerika dan Inggris melawan militan Houthi.

Dalam operasi tersebut, Welch terbang dekat dengan ledakan, menghindari tembakan musuh, serta membantu melindungi dan memperingatkan pesawat lain.

Saat itu, Welch bertugas di Skuadron Tempur Ekspedisi 480, yang dikerahkan ke Timur Tengah dari akhir 2024 hingga musim panas 2025.

Skuadron tersebut beroperasi dari Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi sebagai bagian dari pasukan AS yang menargetkan pusat komando dan serangan Houthi.

Skuadron ini dikenal sebagai pasukan "Wild Weasel" yang bertugas menghancurkan pertahanan udara musuh.

Menurut Angkatan Udara AS, Welch berulang kali terbang ke wilayah udara yang dipertahankan ketat.

Musuh meluncurkan tiga rudal ke arah F-16 miliknya, yang berhasil dihindari melalui penerbangan luar biasa sambil memperingatkan formasi tentang ancaman yang datang.

Meskipun berada dalam jarak beberapa ratus kaki dari ledakan, Welch tetap bertahan untuk melindungi pesawat koalisi hingga mereka aman dari ancaman.

Angkatan Udara tidak menyebutkan lokasi pasti penerbangan Welch, tetapi penghargaan sebelumnya menunjukkan bahwa Skuadron Tempur Ekspedisi 480 terlibat dalam Operasi Rough Rider, serangan terhadap militan Houthi di Yaman pada musim semi lalu.

>>> Ramalan Zodiak 11 Juli 2026: 5 Zodiak Ini Diprediksi Banjir Keberuntungan dan Cuan