Setelah gencatan senjata longgar pada awal tahun yang mengakhiri 14 bulan pertempuran di sekitar Yaman, Amerika Serikat kembali melancarkan operasi melawan Houthi, kelompok bersenjata yang menguasai sebagian besar Yaman.

Rincian misi spesifik tersebut terbatas, namun Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa operasi gabungan Inggris-Amerika menghantam sejumlah bangunan di selatan ibu kota Sana'a yang digunakan untuk memproduksi drone serang.

Kolonel Matthew Johnston, komandan Sayap Tempur ke-354, memuji Welch sebagai contoh sempurna dari pilot tempur yang mengawal kombatan lain ke posisi musuh yang dipertahankan ketat.

Welch bukan pilot pertama dari skuadron tersebut yang dihormati.

Dua pemimpin skuadron, Letnan Kolonel William "Skate" Parks dan Mayor Michael "Danger" Blea, sebelumnya dianugerahi Silver Star untuk misi pada 27 Maret 2025.

Dalam misi itu, mereka mengawal pembom B-2 Spirit di atas Sana'a dan berhasil menghindari rudal darat-ke-udara serta tembakan artileri Houthi selama sekitar 15 menit.

Dua pilot dan satu operator boom untuk awak tanker juga menerima DFC atas partisipasi mereka dalam Operasi Rough Rider.

Skuadron Tempur Ekspedisi 480 meninggalkan Timur Tengah pada Juli 2025.

Welch kini bertugas sebagai kepala rencana dan program untuk Skuadron Pencegat Tempur ke-18 di Pangkalan Angkatan Udara Eielson, Alaska.

>>> Carlos Alcaraz Mundur dari Kanada Terbuka karena Cedera Pergelangan Tangan

Skuadron tersebut berpatroli di Zona Identifikasi Pertahanan Udara Alaska, tempat pesawat AS secara rutin mencegat pesawat asing yang memasuki wilayah tersebut.